Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Friday, 9 March 2012

permainan ular tangganya Tuhan...

untuk seseorang... 

nikmatilah..
nikmatilah udara yang kau hirup hari ini... 
nikmatilah teriknya mentari yang bersinar di  atas kepalamu hari ini..
nikmatilah gelapnya malam yang kau lalui ini... 

nikmatilah... 
seolah  kau sedang menikmati saat saat  duduk diatas ayunan masa kecilmu sambil bernyanyi, membiarkan gravitasi mengombang ambingkanmu dan meniupi rambutmu yang panjang...

nikmatilah... 
bukan sebagai beban yang berat.... 
nikmatilah 
dan tak usah bertanya tentang hari esok... 
tak usah bertanya mengapa kau berada disini, di tempat ini dan di waktu ini... 
jangan sesalkan keputusanmu dimasa lampau....
jangan salahkan tapak kakimu yang melangkahkanmu kesini... 
ia hanya berjalan mengikuti alur permainan ular tangga Tuhan yang tak dapat ditolaknya... 
kemanapun kau berlari... 
kau tetap akan berujung disini.. di tempat ini... 

nikmati saja...
jatuh atau bangun... 
turun atau naik.... 

nikmati saja... 
suatu saat nanti, jalan itu juga yang akan mengantarmu ke puncak tertinggi...
setiap orang mungkin saja menyesali langkahnya sendiri yang kadang tampak kembali ke tempat semula atau malah mundur...
menjauh dari impian tuk mencapai puncak..
tapi mereka tidak sadar... bahwa di puncak yang ditujunya sebenarnya bukanlah tempat yang terindah..
bahkan di tempat itu ia malah bosan.. karena hanya begitu begitu saja... "flat"
krn puncak berarti akhir...tidak ada lagi yang dituju... 
dan satu2nya kemungkinan langkah selanjutnya adalah turun...
kau tak lagi punya hak untuk beranjak naik...
keindahan itu letaknya hanya pada bayang bayang idealisme semata... 
jauh lebih indah ketika kita berada pada proses mencapainya..
berjuang untuk maju... mundur... dan gagal... 

nikmatilah...
disini.. di jalan ini... kau masih memiliki kesempatan memilih tuk naik.. atau turun..., maju... atau mundur....

nikmati saja perjalanannya sebagai sesuatu yang indah.... :)



READ MORE - permainan ular tangganya Tuhan...

Friday, 5 August 2011

Puasa or Puas2an....?

Assalamu alaikum, selamat berpuasa sobats semua....

Smoga ibadah puasa kita di terima di sisiNya sebagai deposit amal kebaikan dan mendapat mahabbah Nya...Amin.

Sambil puasa, yu kita introspeksi puasa kita, apakah yang kita lakukan di bulan ini benar benar berpuasa atau malah puas puasan..??? xixixixi... loh..??

Puasa adalah menahan diri dari lapar dan haus, tul..?
dibalik perintah puasa, ada makna tersirat yang Allah perintahkan, ada banyak hikmah dibalik kegiatan berpuasa itu sendiri, salah satunya adalah :

Mengajarkan diri kita untuk dapat merasakan kesusahan yang dialami orang tak berpunya, merasakan rasa lapar yang dirasakan orang orang yang tak mampu membeli makanan, merasakan bagaimana orang susah harus bersabar menahan diri untuk tidak sekonyong2 memenuhi kebutuhan hidup, tapi harus menunggu sampai ia mampu memenuhinya, dan di bulan ini lah, seharusnya orang orang tak berpunya merasakan bahagia, karena di bulan ini, bukan hanya mereka yang merasakan hal tersebut, tapi kali ini mereka ditemani begitu banyak umat muslim yang turut merasakannya. Sehingga di bulan ini, mereka seharusnya merasa tidak ada kesenjangan antara mereka dan orang orang ber punya.

semoga puasa kita bisa mampu meraih hikmah tersebut, sehingga puasa bagi kita bukan sekedar merasakan lapar dan  haus semata, tapi juga bisa meraih hikmah, mengingat betapa banyak orang orang di sekeliling kita yang membutuhkan sehingga kita tidak lupa untuk mau berbagi..... dan mengurangi kesenjangan tersebut.

namun pertanyaannya adalah :

apakah kita mampu mencapai hikmah tersebut..?
apakah puasa yang kita lakukan adalah puasa yang seharusnya kita lakukan seperti yang diharapkan oleh Allah SWT?
atau.... hanya sekedar rutinitas tahunan yang menjadi tradisi dan budaya saja..??

pertanyaan selanjutnya adalah :
silahkan jawab di dalam hati dengan jujur.... 

- apakah dana yang kita belanjakan di bulan ini lebih banyak dari hari biasanya?
- apakah jenis makan yang kita konsumsi saat buka dan sahur di bulan ini lebih banyak dari bulan lainnya?

hehe, jujur yaa...., beli sandang,  beli gula, beli buah buahan, beli persediaan makanan di kulkas dll di bulan ini lebih banyak kaaaaannnnn dr bulan bulan lainnya..???? xixixixi... gimana enggak, wong biasanya makan dengan nasi, sayur, lauk saja sudah cukup, eh di bulan ini mah pas buka di meja makan ada kolak, es buah, gorengan, kerupuk, mie, lauk, sayur, nasi, dll, dll .... iya kaaannn...??? hehehe...
 hiks... gimana kita bisa merasakan kesulitan mereka yang kelaparan dan serba kekurangan yah kalau kita terbudaya untuk malah berlebihan di bulan suci ini..... ??? yang ada, mereka yang tak berpunya, di bulan ini lebih merasakan adanya kesenjangan sosial. ..

yu ah sobats,... sebelum terlambat dan sia sia..., mari luruskan niat yu..?  berlatih untuk mengkonsumsi seadanya belanja sederhana dan tidak berlebih lebihan, sisa dananya kita sumbangin untuk mereka yang membutuhkan..... :)

smoga puasa kita kali ini.. sampai kepada hikmah yang mampu membuat kita lebih peka lagi terhadap kondisi sesama...  mari berpuasa, bukan ber puas puas an...! ... Allahu Akbar...! wallahu a'lam bishawwab...

READ MORE - Puasa or Puas2an....?

Tuesday, 15 February 2011

KITALAH PERUSAK BUMI KITA SENDIRI!

 Negara tercinta kita Indonesia terkenal dengan keindahan alamnya. Negara yang sebagian besar daratannya merupakan hutan yang mengandung berbagai kekayaan alam yang telah diciptakan Tuhan dengan beragam manfaat luar biasa yang merupakan salah satu tongkat penguat keseimbangan alam.

Hutan adalah tempat hidup beraneka ragam jenis tumbuhan yang  sangat berguna bagi kehidupan manusia, diantaranya adalah sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan manusia untuk bernafas,  sebagai penyerap air yang akan mencegah kita dari kebanjiran, mencegah pemanasan global yang dapat menimbulkan berbagai bencana, dan mengikat tanah sehingga mencegah dari longsor. Selain itu hutan juga bisa menghasilkan berbagai jenis kayu, sayuran dan obat obatan yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia.

Hutan juga berfungsi sebagai tempat berkembang biaknya beraneka ragam fauna yang membuat Indonesia kaya akan berbagai jenis spesies binatang. Dan itu sangat membanggakan. Bahkan Indonesia masih memiliki salah satu hewan langka komodo yang hanya berada di Indonesia.

Namun sayangnya, menurut Buku Rekor Dunia Guinness Edisi Tahun 2008 Indonesia tercatat sebagai negara tercepat penghancur hutannya sendiri. Menurut data tersebut “Indonesia merusak seluas 51 kilometer hutan setiap harinya, atau seluas 300 lapangan bola setiap jam nya atau seluas taman monas setiap setengah jam”. Hampir tak percaya rasanya mengetahui hal tersebut, tapi inilah fakta yang terjadi di negeri ini, oleh ulah kita sendiri sobat! Hutan hutan tersebut dirusak dengan cara ditebang secara illegal, dibakar, dirubah menjadi kawasan perumahan dan lain lain. Sungguh disayangkan, bisa dibayangkan sepuluh tahun lagi, apa masih ada hutan yang tersisa di Indonesia? Masihkah keseimbangan alam dapat dinikmati oleh anak cucu kita kelak?
 Padahal, dengan semakin berkurangnya jumlah hutan, berarti Negara kita semakin rentan akan terjadinya bencana alam, terutama banjir, longsor, pemanasan global, gempa bumi dan lain lain. Wah, pantas saja kita tak henti hentinya mendengar berita tentang bencana banjir dan longsor di televisi. Tak heran lagi mengapa bisa begitu sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Dan selama ini kita hanya bisa ternganga sedih menyaksikan penderitaan saudara kita tersebut tanpa melakukan tindakan apapun. Hanya bisa mengutuk pemerintah yang kita anggap tidak becus menangani masalah ini atau yang lebih parah mempertanyakan keadilan tuhan yang membiarkan bencana itu terjadi.

Padahal, kalau perusakan hutan kita tidak dicegah dari sekarang, dan dibiarkan jumlahnya tetap seperti itu, maka akan jauh lebih sering lagi kita mendengar berbagai bencana alam terjadi lagi, lagi dan lagi di negara kita. Berapa banyak lagi saudara kita yang akan menjadi korban? Berapa banyak kerugian lagi yang akan dialami oleh rakyat Indonesia? Bisa-bisa lima tahun lagi, berita banjir akan terjadi di seluruh bagian Negara ini tidak hanya di Jakarta atau daerah padat lainnya. Dan berita tentang longsor, gempa bumi dan korban korbannya akan kita dengar setiap jam di televisi.
         
Semoga dengan tulisan ini kita semua dapat terbangun dari lelapnya ketidak pedulian kita, tersadar bahwa kita! Yah kita yang membaca tulisan ini dan siapapun, bisa memperbaiki kondisi ini!. Demi kehidupan kita selanjutnya, kehidupan anak cucu kita dan keberlangsungan bumi ini.

Mari kita mulai dari lingkungan terkecil kita dengan menciptakan hutan kecil kecilan di halaman rumah kita sendiri, menyisakan sedikit saja lahan serapan air untuk mencegah banjir. Mari kita tanamkan dalam-dalam di benak kita rasa perduli untuk menjaga hutan kita dan menjaga keseimbangan alam ini. Mari kita semua bergotong royong, menjaga hutan kita dari diri kita sendiri, dari para perusak, pencuri, pembakar, penebang illegal, dan penjualan kayu secara tidak terkendali.

Mari kita lestarikan bumi ini dari kehancuran, bencana alam  dan ketidak nyamanan lainnya. Biarkan keanekaragaman flora dan fauna tetap menjadi cirikhas bumi Indonesia yang indah yang patut untuk kita banggakan. Semoga semua keindahan ini masih dapat kita wariskan untuk anak cucu kita kelak.

 Dari anak Indonesia untuk negeriku tercinta.



READ MORE - KITALAH PERUSAK BUMI KITA SENDIRI!

Friday, 4 February 2011

Cinta Pria Yang Tak Romantis

Ini kisah cinta,
Tentang cinta seorang Romeo, tapi bukan Romeonya juliet yang fenomenal itu, ini tentang Qais, tapi bukan Qais sang penyair yang menjadi majnun gara gara laila pujaannya

Ini tentang Irwan, tapi…. lagi lagi bukan Irwansyahnya Acha yang terkenal lewat lagu lagu duet romantis mereka yang ternyata akhirnya tidak happy ending..

Ini tentang Irwannya Siti Nur Rahmah (sekali lagi! bukan siti nur baya!) gegegege….,

Ya, ini tentang dia, dia  yang kini menjadi imam ketika ku memujaNya.. , ia yang menemaniku menapaki misi suci kehidupan yaitu mengabdi kepada yang maha Esa, ia yang melabuhkan pelayarannya di dermaga hatiku, ia yang menjadi pengisi kepingan kosong pada satu sudut hatiku, dan menjadikannya penuh.

Ia yang selalu menjadi orang pertama yang kulihat setiap kali membuka mata dari peristirahatanku, ia yang selalu rela menyiapkan bahunya setiap saat untukku menangis, ia yang paling mengetahui isi dari setiap lorong lorong tersempit dalam jiwaku, ia…, yang pada tatapannya aku menemukan keteduhan dan pada hangat belaiannya, aku mendapatkan kedamaian..

Tapi ia bukan orang yang pandai mengukir kata cinta yang membuatku terbang melayang layang di dunia yang semuanya berwarna merah muda… ,bersama cupit yang membawa anak panah yang juga merah muda dan di atas tebaran bunga bunga yang juga merah muda!

Bukan orang yang pandai mengikat pita pada kado surpize di hari istimewaku, hiks jadi teringat kado terakhir yang diberikannya di hari ulangtahunku kemarin, hanya dibungkus kertas koran bekas yang dieratkan dengan cetrekan hekter yang jumlahnya puluhan, tidak berbentuk kotak atau hati, tapi berjubel jubel persis kertas ga kepakai yang udah diremas2 yang mau dibuang ke tong sampah gegegege….

 Ia bahkan melupakan tanggal pernikahan kami di tahun ke 2 kebersamaan kita (kwkwkwk), ia bahkan tak pernah membelikanku setangkai saja bunga kamboja, apalagi bunga mawar tentunya, bahkan mungkin jika hari ulang tahunku bukan sehari setelah tanggal dan bulan ulang tahunnya pun, ia tidak akan mengingatnya, dan yang lebih parah ia hanya membalas pesan pendek  ‘I love u cinta’  yang kukirimkan padanya di hari kerjanya dengan kata “ cuih heheee”….. grgrgrgr…!

Tapi celakanya…..
hanya ia kumbang yang dapat membuat kelopak kelopak bungaku bermekaran dan enggan layu… dan hanya ia, yang mampu mencairkan kebekuan jiwa yang telah lama mati, dan hanya ia, yang mampu membuka kembali pintu hati sejak ia terkunci rapat..

Karena cintanya yang tak tertulis dalam bait bait puisi dan genggaman bunga itulah yang mampu membuatku tetap tegak berdiri di dunia nyataku… bukan di dunia khayal dan angan angan semata…
Karena ia… mencintaiku dengan caranya yang realistis..  membuatku tetap menapak di jalanku, menyadarkanku betapa cintanya itu nyata, dan bukan teori semata, membiarkanku menikmati setiap hembusan cinta yang ditiupkannya sebagai aku dan dia bukan sebagai peri cinta dan dewa cupit yang jelas jelas bukan kita….

Karena cintanya itu, selalu memenuhi ruang kosong pada sisi sisi kekuranganku, membuatnya sempurna…

Karena cintanya itu, selalu memilihkan yang terbaik untukku, bukan yang semata kuinginkan..

Karena cintanya itu, berbeda warna dengan cinta yang kupunya, membuat cinta kami berpadu dengan elok.. karena kesempurnaan itu bukan ketika serupa, tapi justru ketika keberagaman dapat menyatu membentuk sebuah sinergi yang indah…

Dan cinta itulah yang sesungguhnya kubutuhkan untuk hidupku…

Terimakasih cinta,…
Atas cinta istimewa yang kuterima setiap hari
Dan juga atas hp android putih yang kau hadiahkan malam tadi, bukan saat aku memintanya, tapi justru saat kau tahu bahwa aku membutuhkannya…..:)
Hadiah satu satunya yang kau berikan di bulan Februari(biasanya Cuma kasi atmnya hehe…), meski aku tak yakin akan kesengajaannya, tapi setidaknya itu membuktikanku bahwa kau juga sesungguhnya pria yang cukup romantis hehehe….

Luv u beipb…!
READ MORE - Cinta Pria Yang Tak Romantis

Wednesday, 2 February 2011

Senyuman 'Emak'

"Tan, tan, maaf ema bangunin tante lagi tidur, lagi sakit apa tan? ko pagi pagi tidur?"

Sayup sayup terdengar suara emak pembantu rumah tetangga  di samping tempat tidurku beberapa waktu lalu, mengembalikan nyawaku yang lagi melayang layang beterbangan kesana kemari di alam mimpi, kembali ke jasadku yang tengah terbaring pulas.

Sambil mengucek mata yang baru terbuka setengah, aku menjawab:

"ah engga ma' semalam azka sakit muntah muntah, semalaman ga bisa tidur,  sekarang ngantuk banget jadi tidur dulu lah bentar sebelom beres2 rumah, ada apa ma, tumben?" tanyaku menelisik.

Maaf ya tan sekali lagi maaf ema ada perlu makanya bangunin tante, sambil membuka kancing atas bajunya lalu merogohkan tangan ke arah dadanya. dahiku mengernyit semakin penasaran akan kelanjutan ucapannya sambil menebak nebak kemungkinan yang akan terjadi. Tangannya terus merogoh seolah mencari sesuatu, ya sesuatu yang dia simpan disana, ditempat yang menurutnya paling aman khas nenek nenek kampung seusianya. 

Sejurus kemudian, terlihat kilauan dari dua buah benda berharga di telapak tangannya, di dalam sebuah plastik kecil terbungkus kain perca berwarna hitam. membuatku semakin penasaran akan maksud yang ditujunya.

"Gini tan, ema mau minta tolong, ini ema ada cincin sama gelang emas, simpenan ema segini gininya dari jaman muda dulu, mau dijual sayang takut kaga kebeli lagi, tapi ema ada perlu, ema mau pinjem uang tante, biar tante pegang dulu ini terserah tante mau pegang yang cincin apa yang gelang". 

Hiks, gaya bahasa khas sekali, khas nenek nenek keturunan asli daerah cileungsi yang berpadu antara betawi dan sunda. Intonasinya lembut, juga lemah seolah berharap sekali keinginannya bisa terwujud.

Hatiku semakin bertanya tanya, bak sedang menonton kisah cinta dramatis, menanti adegan selanjutnya apakah happy ending atau sad ending. tak sabar menanti ujung harapan yang diucapkannya terlalu bertele tele, wajarlah ia pasti tidak tahu kalau aku adalah orang yang sukanya strict to the point dan pastinya dia juga ingin aku mengerti dulu alasan atas apa yang ia lakukan. Ia sudah biasa meminjam uang kepadaku, malah hampir setiap bulan setiap beberapa hari sebelum gajiannya dari upah menjadi pembantu rumah tangga keluar, tapi kenapa tumben sekali kali ini pinjamnya segala pake bawa bawa perhiasan segala, fikirku.

"Ini tante pegang aja dulu, soalnya ema kan sekarang mah minjemnya banyak, (huft, jantungku berdegup ketika ia sampai pada kata ini) biasanya kan 20 rebu apa 50 rebu, sekarang mah banyak tan makanya ema bawa ini, nanti ema ambil lagi kalo udah bisa bayar.. sodara ema mau hajatan tapi ga punya duit, dia minta ema nolongin dia beliin gula, nanti diganti kalo udah hajatan. ema kesian pengen banget bantuin dia tapi ga punya duit makanya ema minjem dulu ke tante". 

Waduh, batinku perih, kenapa orang orang membutuhkan bantuanku di waktu bersamaan? seketika aku jadi teringat uangku yang sedang dipinjam beberapa orang, belum kembali. uang cash di tangan juga semakin menipis, belom lagi beberapa kebutuhan hidup sudah habis belum dibeli. mana si ema bilang butuhnya banyak lagi, segala pake jaminan begitu bisa jadi 500 ribu ato sejuta ato lebih nih kayaknya, taksirku sekenanya. 

Aku paling tak tega jika berhadapan dengan orang seperti ini, nenek nenek, pembantu, orang susah lagi. Rasanya gak sanggup melihatnya kecewa selepas keluar dari rumah ini tanpa mendapatkan sesuatu yang ia harapkan. Tapi bagaimana ya caranya menyampaikan ketidakmampuanku ini. Aduh... tiba tiba saja mulutku jadi sulit berucap bak seorang gagu yang ingin sekali menyampaikan sesuatu tapi tidak bisa. emaaaaa maafkan akuu.... ,

"ema emang butuhnya berapa?"
 
Mengumpulkan keberanian dan rasa tega dalam jiwa, mencoba bertanya sambil mengulur waktu untuk memberi kesempatan pada otak mencari dan merangkai kata kata yang pas untuk disampaikan. Tiba tiba saja aku jadi seolah berada pada posisi spongesbob kartun kesayangan anaku pada episode mengobrak abrik isi lemari arsip di otaknya mencari siapa namanya. Otaku sibuk sekali mencari cari tapi tidak ketemu! 

Tapi.... sedetik kemudian tiba tiba semua kerja otak itu terhenti bak sebuah permainan gamehouse yang sedang di pause. saat terdengar jawaban dari si ema:

"Banyak neng, seratus ribu...!"

Semua karyawan di dalam kantor otakku yang tadi ramai, sibuk bekerja tiba tiba saja menjadi sepi, lemah, terjatuh dari berdirinya masih memegang berkas yang sedang dicarinya. Matanya semua terbelalak, mulutnya ternganga tanpa sadar, lalu menutupnya sambil menggelengkan kepala masing masing.

"Simpan saja ma gelang dan cincinnya, ditaro disaya malah nanti ilang". 

Serayaku sambil menyodorkan selembar uang berwarna kemerahan yang ia harap. 

Ema tersenyum simpul, bahagia sekali, senyum yang manis meski pipi lesungnya sudah keriput dimakan usia dan meski giginya ompong tinggal separuh ...   Disusul rasa terima kasihnya yang tak henti henti terucap...

Aku juga tersenyum, senyum kelegaan dan bahagia karena dapat menolongnya.

***

Kadang kita menyepelekan sejumlah uang yang kita miliki, tapi di luar sana, banyak sekali orang menganggap itu saangat berharga dan sulit sekali untuk mendapatkannya. Mari kita saling berbagi dan saling membantu agar kesenjangan  tidak terjadi.


READ MORE - Senyuman 'Emak'

Sunday, 30 January 2011

Satpol PePe, Bukan Solusi

Ini hanya sebuah jeritan hati yang perih melihat kondisi sosial bangsa ini.. mohon maaf jika ada yang tidak berkenan or tidak sependapat....

Siapa yang mau jadi orang susah? anda mau? sepertinya tak satupun orang punya cita cita ingin jadi anak jalanan, pengamen, peminta minta, menjadi orang pinggiran/kolong jembatan yang merusak pemandangan ibukota dan menjadi pedagang emperan kaki lima.

Tapi itulah potret bangsa ini, negara yang terlihat begitu kumuh, miskin, tidak higienis dan balatakan (berantakan;sunda).

Tapi apakah solusi semua kondisi diatas adalah dengan Satpol PP?

Izinkan saya mengatakan tidak! karena gambaran yang kita lihat adalah cerminan kondisi negara kita sendiri. Negara yang rakyatnya susah, susah hidup, susah mendapatkan pendidikan yang layak, susah mencari lapangan pekerjaan dan lain lain. Alhasil, rakyat menciptakan jalannya sendiri untuk bertahan hidup. Ada anak anak yang menjadi pengamen jalanan demi membantu orang tua  miskin yang tidak sanggup mencari cara yang lebih terhormat untuk menghilangkan rasa laparnya. ada yang tidak punya modal besar untuk menyewa kios di pasar, lalu menggelar dagangan ala kadarnya di pinggiran jalan agar masih bisa mendapatkan sesuap nasi untuk dimakan hari itu. ada yang meminta minta untuk sekedar dapat bertahan melanjutkan hidup dan lain sebagainya.

Negara sebaiknya menghitung tingkat kesejahteraan negeri ini dengan melihat potret yang terjadi di jalanan. bukan dengan hitungan angka angka belaka yang jumlahnya setiap tahun meningkat, padahal kenyataannya rakyat miskin di jalanan semakin bertambah bukan berkurang.

Maka jika tidak mau bangsa ini terlihat kumuh oleh mereka yang dianggap mengganggu ketertiban dan keindahan tatanan lay out bangsa ini, ciptakanlah kesejahteraan rakyat, permudah mereka mengenyam pendidikan untuk bekal hidupnya, permudah mereka mendapatkan lapangan pekerjaan dan lain lain. bukan dengan Satpol Pepe yang hanya menambah jeritan rakyat, tangisan orang orang susah, kesedihan mereka yang kehilangan modal hidup yang segitu gitunya dan cara bertahan hidup yang hanya mampu mereka lakukan.

Semoga kelak bangsa ini menjadi bangsa yang benar benar sejahtera, kesejahteraan yang dapat kita saksikan dengan mata telanjang, bukan hanya dengan angka angka peningkatan yang tidak terbukti. amin.
READ MORE - Satpol PePe, Bukan Solusi

Friday, 21 January 2011

Bodohkan kita jika kita diingat ketika susah dan dilupakan ketika senang?


'iya juga ya kadang-kadang kata 'baik' itu identik dengan 'bodoh'.....

tiba2 saja aku kepikiran untuk nulis itu sbagai status FB ku hari ini... mengingat beberapa kejadian yang terjadi pada diriku akhir akhir ini.

yah.. kadang kadang, kebaikan yang kita lakukan malah dinilai bodoh oleh sebagian orang. lalu apakah yang harus kita lakukan..?
jawabannya adalah memilih! memilih untuk mendengarkan vonis tersebut dan berhenti berbuat baik? atau memilih untuk tetap berbuat baik dan membiarkan orang lain menjudge kita dg apapun!. dan aku ingin memilih yang kedua dalam hal ini dan tentunya siap menerima resikonya..

berikut sepenggal kisahku untuk lebih mudah memahami kata kata di atas :

kurang lebih seminggu yang lalu, tetangga samping rumahku bertengkar hebat dengan suaminya, hingga hari ini aku hitung sudah ada 5 episode pertengkaran yg terdengar. malah little bird told me... katanya istrinya ditendang keluar rumah dlm kondisi yang "tidak layak". dengan kata lain dia diusir gara2 menggadaikan bpkb mobil suaminya dan uangnya dipake untuk biaya berobat ayahnya (menurut versi sang istri).
keesokan harinya sang istri nangis2 ke rumahku mengadu perlakuan kasar suaminya yg menghukumnya dg kekerasan fisik, lalu memohon2 minta bantuan agar aku meminjamkan sejumlah uang untuk membantu menyelesaikan pertengkarannya itu.
sebagai makhluk sosial, dan seorang wanita, aku merasakan sekali bagaimana sedih dan bingungnya berada dalam posisi seperti itu, dan aku masih memiliki kemampuan untuk membantu, dan setelah diskusi dg sang suami kemudian aku mentransfer sejumlah uang untuknya.

esok harinya seseorang yang perduli padaku mengomentariku dan menyayangkan apa yang telah aku lakukan, ia mengatakan mengapa aku begitu bodoh meminjamkan uang kepada orang yang sedang dalam posisi diusir!

beberapa hari kemudian, aku sedang makan siang bersama beberapa teman di kawasan cibubur. tiba2 seorang teman yang belum lama kukenal menelpon dan disusul oleh beberapa pesan pendek. ia membutuhkan bantuanku atas musibah tabrakan yang dialami kakaknya. ia meminjam sejumlah uang untuk menyelesaikannya.. ups... tepat disaat kondisi keuanganku sedang menipis.. ditambah saran dari seorang sahabatku yg sedang makan bersamaku : ' jangan ma.. belum tentu bener, jangan2 bohong lagi'.
tapi, aku tetap memutuskan untuk meminjamkan, setelah izin kpd suami, aku mentransfer lagi sejumlah uang padanya meski tidak sepenuhnya yg ia butuhkan krn keterbatasan yang ku punya.

dan sorenya, seseorang mengatakan padaku, bodoh banget sih loh bisa aja dia pinjem bukan karena tabrakan. soalnya kl emang iya masa iya sih sebanyak itu?

dan kemarin,....... pagi pagi sekali seorang tetangga datang ke rumah, untuk suatu keperluan ia meminjam sejumlah uang padaku. ketika kutanya untuk apa ia hanya bilang 'ada keperluan penting'. beberapa saat kemudian ia pergi meninggalkan rumahku dengan membawa beberapa lembar uang terakhir yang kupunya yang mampu kupinjamkan.
dan ketika ia beranjak, dalam hatiku bertanya pada diri sendiri : "bodohkah aku begitu saja membiarkan beberapa lembar rupiahku dibawa orang lain tanpa alasan yang kutahu padahal aku sendiri masih punya banyak sekali keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi? dan saat itu pula nuraniku menjawab: "TIDAK".

kejadian ini terjadi berturut turut hanya dalam kurun waktu satu minggu. dan ini bukan yang pertama. mungkin aku bersyukur atas ini. aku bukan orang berpunya, bukan pula orang berpangkat. aku hanya seorang wanita rumahan, istri seorang karyawan kelas kere, manusia kecil, lemah dan punya banyak sekali kekurangan serta keperluan yang belum mampu terpenuhi. tapi entah mengapa banyak teman selalu ingat kepadaku kala ia mengalami kesulitan hidup. ada yang sekedar pinjam 10 ribu untuk ongkos pulang, 20 ribu untuk bayar cicilan, 50 ribu untuk beli beras, 50 ribu untuk beli bensin, 100 rb untuk tambahan beli sesuatu, hingga yang jumlahnya jutaan untuk keperluan musibah2 spt sakit, tabrakan dan lain lain.

sebagian orang bilang ini musibah, karena orang orang baru ingat aku ketika sedang susah dan lupa datang padaku ketika mrk senang. tapi bagiku ini berkah. aku lebih bersyukur ketika aku diingat saat susah dari pada sebaliknya. aku bersyukur Allah masih mempercayakan menitipkan rizki untuk mereka dlm kesulitannya melalui aku. itu tentunya sebuah kepercayaan yang Allah berikan khusus untuk aku.

sama seperti mereka, akupun pernah berada dalam posisi 'membutuhkan bantuan orang lain'. dan aku merasakan betapa sulit dan tidak enaknya berada dalam posisi seperti itu. aku bahkan pernah tidak mendapatkan bantuan yang sangat aku butuhkan saat itu. dan hingga hari ini efeknya masih terasakan olehku.

karenanya aku memahami sekali mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk berbagi. dan karena bagiku, rizki yang sampai di tanganku adalah belum tentu milik aku sepenuhnya. bisa jadi itu adalah milik orang2 yang membutuhkan yang ada di sekelilingku yang dititipkanNya padaku. dan aku percaya sekali bahwa rizki yang sesungguhnya untukku tidak akan tertukar atau hilang jika aku mengeluarkannya untuk dipinjamkan atau diberikan pada orang yang membutuhkan. dan satu lagi pastinya aku sangat mempercayai kalkulator Allah yang tidak mungkin salah. bahwa Allah akan mengganjar kebaikan yang kita berikan dengan beberapa kelipatan.
sebagaimana firman Allah berikut:

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (surah al-Baqarah, ayat 261).

dan di ayat lain :
"Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) dijalan Allah, lalu diantara kau ada orang yang kikir, dan barang siapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri, Dan Allahlah Yang Mahakaya, dan kamulah yang membutuhkan (karuniaNya).
(Surat Muhammad [47]: 38)

kembali kepada kisahku diatas, bagiku tak perduli apapun alasan yang dibuatnya ketika ia datang membutuhkan pertolongan (pinjaman). karena jujur atau bohong itu akan kembali kepada dirinya sendiri dan itu urusan dia dengan tuhannya. urusanku adalah.. setiap orang yang datang membutuhkan bantuan, ia datang karena terdesak kebutuhan alias karena dalam posisi yang terjepit dan perlu bantuan. karena siapa sih yang mau berada dalam posisi menjadi seorang peminjam? iya ga..? yang penting niat kita adalah untuk tulus membantu karena Allah memerintahkannya. toh Tuhan tidak buta kan..??Tuhan tahu apa yang telah kita niatkan dan Tuhan pastinya tidak akan membiarkan apa yang telah kita niatkan baik itu hilang begitu saja. karena sekali lagi rizki yang sesungguhnya untuk kita tidak akan pernah hilang atau tertukar.. namun demikian tentunya kita jg harus tetap waspada dan memastikan bahwa orang yang kita pinjamkan adalah orang yang:
1. benar2 membutuhkan
2. amanah/dapat dipercaya
3. ada potensi/kemampuan untuk mengembalikannya, jika tidak lebih baik memberi saja secukupnya dr pada memberatkan ia ketika mengembalikannya nanti

sekian kisah ini semoga ada pelajaran yang bisa dipetik darinya.
wassalam

READ MORE - Bodohkan kita jika kita diingat ketika susah dan dilupakan ketika senang?

Tuesday, 18 November 2008

Tuhan sembila centi (Taufik Ismail)


tuhan Sembilan Senti

Oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,


Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im sangat ramah bagi perokok,tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,


Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,


Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,


Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,


Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,


Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.Min fadhlik, ya ustadz.


25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?


Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.

Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,


Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat dibawah korban narkoba,Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

***
READ MORE - Tuhan sembila centi (Taufik Ismail)

Sesuatu Yang Pasti


Lahir, mati, datang dan pergi.. adalah sesuatu yang pasti… “ Kullu nafsin dzaiqotul maut.. “ (setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian).

Kita tak pernah tau kapan kita mati.., dipanggil kembali oleh sang pencipta yang telah meniupkan ruh kepada kita.., mengakhiri kesempatan waktu yang telah dianugerahkan tuhan untuk berbuat, beramal dan berbakti.. yang tak pernah kita ketahui berapa lamanya. Meninggalkan semua yang kita cintai, yang kita sayangi, dan segala yang telah kita perjuangkan…..

Berita pagi ini, dan kunjungan kami (melawat) ke rumah teman yg orangtuanya meninggal pagi tadi, mengingatkan aku pada kematian, kepergian… dan ditinggalkan… ufhhh… aku takut… !

Namanya M. Caca, org tua dari teman kami pak Tatang, usianya 63 tahun, seperti wafatnya nabi Muhammad. SAW di usia ini, Allahummagfir lahum. Semoga Allah SWT. Mengampuni segala dosanya dan melipat gandakan pahalanya. Amin.

Kunjungan ini mengingatkan aku pada kematian…
sesuatu yang PASTI tapi tak pernah kita ketahui kapan akan menimpa kita atau orang di sekitar kita.
Apakah kita sudah siap menghadapi kematian?
Apakah kita sudah cukup melakukan amal kebaikan?
apakah kita sudah melaksanakan amanah tuhan ketika meniupkan ruh kita yaitu untuk beribadah dan bukan untuk lebih banyak mengurusi urusan duniawi..?
siapkah kita menghadapi yaumul hisab dan hari pembalasan yang akan mempertanyakan segala yang telah dianugerahkan tuhan kepada kita di dunia ini digunakan untuk apa?
Sudah siapkah kita menghadapi pengadilan tuhan di akhirat nanti? “latusalunna yaumaidzin anin naiim - attakatsur” (suatu hari pasti kau akan dipertanyakan atas nikmat-nikmat yang telah diberikan (digunakan untuk apa)) “ fabi ayyi aalaai rabbikuma tukadziban?- arrahman” (nikmat tuhan yang mana lagi kah yang kan kau dustakan? )

Siap tidak siap kita harus siap!…. Karena azal takan pernah menunggu kesiapan kita.
kita harus selalu mempersiapkan diri untuk pergi…
Siapkah kita meninggalkan orang orang yang kita cintai..? suami or istri yang saling mencintai.. yang tengah membangun cita cita bersama… ?? anak anak yang lucu yang kita cita citakan ingin menjadi seseorang, yg kita sayangi dan didik yang telah kita amati perkembangannya sejak lahir hingga seusia sekarang, dan ternyata kita tidak bisa bersama sama dengannya selamanya.. siapa yang nanti akan menjaga dan melindunginya.. ?
Orang tua yang selalu menyayangi kita… yang selalu membantu dan memerlukan bantuan kita… teman, sahabat, dan semua orang yang ada di lingkungan kita….

Dan apakah ketika kita meninggal dipanggil tuhan.. orang orang bersedih karena di tinggalkan kita .. ataukah malah tertawa bersorak karena bahagia atas kepergian kita..???!! adakah tetangga yang mau menggotong mayat kita ke kuburan..? adakah yang mau berdo’a tulus untuk kita? Adakah tanah kuburan yang rela untuk kita dibaringkan disana?
Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk itu semua.???

Mungkin kita terlalu terlena dengan kehidupan dunia yang fana.. hidup masih memikirkan hanya dunia semata dan diri sendiri saja.. padahal kita tak pernah tau kapan kesempatan kita akan dicabut oleh yang maha kuasa. Apakah jika kita sudah nenek nenek or kakek kakek seperti tetangga tetangga kita… ataukah minggu depan..? ataukah besok..? ataukah kesempatan hidup ini hanya sampai pada saat kita selesai membaca tulisan ini saja.. dan kemudian di detik berikutnya adalah giliran kita dipanggil olehnya…. Kita tidak pernah tau… hanya Allah yang tau.. tapi semua kemungkinan bisa terjadi.. dan kita tidak pernah bisa memprediksikannya…

Kita harus senantiasa siap.. dan menyiapkan diri untuk pergi… dan ditinggalkan…
Bayangkan jika yang harus meninggalkan kita selanjutnya adalah orang tua kita…
sudah cukupkah kita membalas segala jasa jasanya yang telah membesarkan kita dengan susah payah..? mendidik dan menyekolahkan kita dengan mengorbankan peluh dan urat urat di tangan dan dahinya… sudahkah kita membalas setiap tetes peluh dan kepusingan, stress, sedih, sakit, susah yang telah dilakukannya demi mendidik dan membesarkan kita hingga seperti sekarang ini..?
padahal.. kita tidak pernah tau.. berapa menit lagi.. berapa hari lagi.. atau berapa bulan lagi kah tuhan memberi kesempatan hidup kepada mereka.. …

semoga kita semua tidak terlambat untuk berbuat baik kepada orang tua kita.. manfaatkan setiap kesempatan yang masih ada ini untuk berbakti.. sebelum semua dicabut tuhan…

bersyukurlah..

atas kesempatan yang masih diberikan untuk beramal,.. berbuat baik, berbakti dan saling mengingatkan atas kebaikan…
semoga Allah memberi petunjuk/ hidayah kepada KITA dan ORANG TUA kita… untuk kembali ke jalan Nya.. ke rel yang seharusnya… SEBELUM KESEMPATAN INI BERAKHIR…
mari kita saling membantu, mengingatkan dan mengarahkan semua orang di sekitar kita yang kita sayangi.. agar kita semua selalu SIAP menghadapi KEMATIAN.. karena itu sesuatu yang PASTI…
Wallahu A’lam.

Tulisan ini adalah renungan dan peringatan untuk diriku sendiri agar aku senantiasa mengingat kematian dan tidak terlena dengan kehidupan dunia… semoga berguna bagi yang juga membacanya.
READ MORE - Sesuatu Yang Pasti