Showing posts with label lomba. Show all posts
Showing posts with label lomba. Show all posts

Tuesday, 5 April 2011

Hal Hal Tak Terduga Dalam Hidupku

ini tentang beberapa peer yang tertunda beberapa waktu ini... hampir sebulan kalo ga salah ga sempet mampir di sini, ga sempet BW apalagi ngepost. banyak hal yang harus dikerjakan memang, tapi itu alasat utama sebetulnya, karena setiap hari juga kita pasti bertemu dengan banyak hal yang harus dikerjakan. tapi lebih tepatnya karena kondisi kehidupanku yang akhir akhir ini jadi ga stabil, menjadikan fikiran yang rarieut alias teu pararuguh (haha bahasaa apaa coba, yg ga ngerti silahkan buka kamus sunda :))

haa.. saking banyak yang pengen diceritain, jadi bingung harus mulai dari mana.

ohya, dari sini saja saudara saudariku sekalian... (pidatooo kaleee :))

 Anugrah tak terduga

buah iseng iseng, lagi kerangjingan ikutan lomba nulis. dari pada gada kerjaan, kan lumayan bisa belajar dari lomba, belajar dr tulisan2 yang lain yg pada bagus bagus, bisa belajar dari kekalahan untuk menjadi penulis yg lebih baik lagi. selain itu moga moga aja dengan ikutan lomba bisa lebih banyak lagi yang baca tulisan qta dan kali kali aja ada yang bisa mengambil manfaat darinya. 

kebetulan waktu itu ada lomba nulis di bhinneka.com dalam rangka ulang tahunnya di tgl 18 Feb. 2011 kemaren. dua hari sebelum akhir batas waktu penerimaan baru tau infonya. ada niat pengen ikutan, ada ide langsung aja deh ketak ketik di notebuk kaka, (heuu punya aku lg disita si azka yg lagi keranjingan game, ga bisa gantian), selesai bikin baca lagi sekilas, posting deh di blog, jadilah tulisan ini berjudul 'Internet dimata seorang ibu rumahan'
setelah aplod, cek lagi hadiah lombanya ternyata:
a. Juara utama : notebook hp mini note  (ini dilihat dari isi tulisannya)
b. Juara favourite : apple ipad touchscreen (yang ini dilihat dari berapa banyak org yang nge like tulisan qta tsb)

haa.. fikir punya fikir, juara utama ga mungkin di dapet, aku udh baca peserta2 lainnya tulisannya bagus bagus dan banyak pula pesertanya udh ratusan, haa gada kemungkinan banget deh kayaknya kalo harus  jadi pemenang utama yang cuma satu satunya dari ratusan peserta itu... (mimpi kali yee)

fikir fikir lagi, kl jadi pemenang favourite seru jg nih kayaknya, tinggal kabarin temen tuk ngelike, kyaknya ada kesempatan menang nih.. kl banyak yg mau nge like (haa fikiran konyol).
tapiiiiiiiiiiiiiii... saat tulisan aku yg ngelike br ada 2 orang, aku baru ngeh kl ternyata yang lain mah udah pada buanyaaakkk bgt yg nge like. haa sempet cek ada yg udah lebih dr 100 org like. hoaaaaaaaaaaa putus asa, sekali lagi kemungkinan menang sudah ditutup. klik!

yasudahlah, apa mau dikata, namanya juga penulis amatiran, gausah kebanyakan ngarep kali ya. ngarep ada yg mau baca apalagi mengambil manfaat dari tulisan aku aja udh berlebihan kali ya.. :) hehe..

berhentilah sampai disitu, sibuk dengan berbagai hal, jadi lupa deh kl aku ikutan lomba itu, saking lupanya, sampe sampe lupa kl hari itu tgl 28 feb. adalah hari pengumumannya. parahnya satu hari itu menjadi hari tanpa internet bg aku. ga sempet bgt...yah, namanya jg udh ga ngarep jadi menang, jadi santai santai aja, liat pengumumannya lain hari, tinggal bw ke blog pemenang dan mengambil pelajaran yg bisa dipetik dari kemenangannya.


29 feb 2011
sekian lama memfonis diri sendiri sebagai unlucky person, karena keseringan jadi org yg kurang beruntung pd pembagian2 doorprize, undian dan lain sebagainya, (bayangin saking ga beruntungnya, pernah ya aku ikutan seminar 'be a professional secretary' di Telkom, ada dorprizenya hp, dari 20 org peserta disediakan 18 ponsel untung yang beruntung, brarti kan cuma 2 org yg ga kan dapet hp), percaya ga sih yang ga dapet itu 'akuuuuh' hugh... akhirnya pulang cuma bawa panci itu pun hadiah krn bisa jawab pertanyaan. gegege).

akhirnya hari ini aku baru sadar, bahwa keberuntungan ada kalanya sampai juga kepada diri kita, bahwa hal hal yang tidak terduga kadang juga menghampiri kita.
yah inilah hidup, yang seru, yang penuh dengan hentakan hentakan yang mengejutkan, betapa tidak? pas buka FB, masuk ke group bloof (group para blogger) baca postingan temen yg ngumumin katanya aku salah satu pemenang di lomba bhinneka. hah?? ga mungkin, aduh pasti dia salah liat /salah ngumumin nih.... (tetep tak percaya mode on)

penasaran... buka pengumuman bhinneka. 
haa.... ga percaya rasanya, ternyata benera aku masuk jadi pemenang... 

dan yang lebih ga percaya lagi... 
ternyata aku pemenang utamanya........ hoaaaaaaaaaa... :)
asli tulisan itu sebetulnya ga bagus bagus amat.. aku cuma belajar dari tulisan tulisan di lomba2 lainnya, bahwa filosofinya adalah : kadangkala kita terlalu sulit mencari ide untuk menulis, lalu kesulitan mencari kata kata yang keren untuk ditulis, tapi saking kerennya tulisan kita kadang jadi sulit dicerna orang, dan kesulitan cerna itu membuat orang males baca tulisan kita, jadi lah tulisan yang susah payah dibuat itu kurang manfaatnya bagi sang pembaca, atau dengan kata lain, pesannya tidak sampai. jadilah kali ini aku belajar membuat tulisan yang sederhana, yang ringan, mudah dibaca dan mudah dicerna oleh siapapun. dan berhasil ternyata.  ha.. ini anugrah sih bukan karena kemampuan :)

AlhamduliLLAHirabbil alamin... rejeki emang ga kemana, disaat notbuk lagi rebutan terus sama si kecil, dompet lagi kempes krn uangnya lg tertahan di beberapa tempat, Allah datangkan rejeki sesuatu yang lagi aku butuhkan... terima kasih ya Allah, sebuah notebook hp mini note yang tak berani aku impikan itu, akhirnya jatuh juga ke tangan... :) bukan sekedar seharga notbuk aja nih masalahnya, tapi notbuk ini jadi lebih berharga lagi karena merupakan sebuah apresiasi yang indah atas usahaku itu.. :)








READ MORE - Hal Hal Tak Terduga Dalam Hidupku

Wednesday, 16 February 2011

Internet Di Mata Seorang Ibu Rumahan

Ini tulisan tentang saya, internet dan gaya hidup. Tentang pentingnya internet bagi saya yang hanya sekedar seorang ibu rumah tangga biasa dengan satu anak balita dan satu suami (penting ga ya?:)). 

Siapa bilang internet hanya dibutuhkan oleh seorang pekerja bisnis professional, anak kuliahan, dan orang orang hi tech lainnya. Siapa bilang seorang ibu rumahan seperti saya tidak butuh internet? Berikut saya gambarkan betapa internet sangat penting bagi kehidupan saya.

Internet bagi saya adalah satu bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup. Karena setiap kegiatan sehari hari saya bergantung pada internet. Betapa tidak, internet membantu mempermudah setiap kegiatan saya sejak bangun tidur hingga tidur lagi.   

Berikut adalah  beberapa pengertian Internet bagi saya :
1.   Buku resep terlengkap dan tercanggih.
 
Saya berangkat membangun rumah tangga tanpa bekal kemampuan masak sedikitpun (kecuali masak air yang ga mungkin hangus dan masak mie instan haha), otomatis saya belajar masak  dari internet, mulai dari sekedar masak nasi goreng, gulai dan rendang khas Indonesia hingga masakan impor khas Italy, Jepang hingga timur tengah. Alhasil ibu dan ibu mertua terkagum kagum memuji variasi masakan yang kini mampu saya buat yang sudah mengalahkan mereka yang dari dulu sudah pada jago masak, tapi kurang kreatif karena cuma  hasil  ajaran turun temurun dari nenek moyang (hari geenee gitu loch, siapa dulu gurunya buku resep terlengkap dan tercanggih di dunia hehe).

Tak perlu repot kebat kebet cari resep yang diperlukan, cukup dengan ketik keyword dan sekali klik saja. Bukan hanya cari resep, bahkan tiap pagi saya buka internet untuk cari ide jenis sayuran apa yang harus saya beli, menu makanan hari ini, kiat kiat memasak cepat, menyimpan makanan yang baik dan tentunya kandungan nutrisi makanan yang akan saya masak agar tetap dapat menyajikan makanan sehat bagi keluarga.

2.   Guru ilmiah dan spiritual privat yang selalu ada di rumah.
 
Sebuah pepatah mengatakan. “jika kau mendidik seorang laki laki, itu berarti kau mendidik seorang individu, tapi jika kau mendidik seorang wanita, itu berarti kau mendidik seluruh keluarga”.

Pepatah itu mengungkapkan betapa seorang wanita / seorang ibu itu haruslah pintar, karena ibu berfungsi sebagai sekolah pertama bagi anak anaknya tempat dimana seorang anak bertanya tentang semua hal pertama yang ingin diketahuinya. Tapi bagaimana mau pintar jika waktu yang dimiliki ibu tersita untuk keperluan mengurus rumah tangga lainnya, mana sempat ibu sering sering keluar pergi seminar,  ke sekolah maupun tempat tempat menimba ilmu agama. Jikapun sempat, maka anak malah akan menjadi korbannya karena harus sering sering ditinggal oleh sang ibu. 

Tapi internet ada memenuhi kebutuhan tersebut, tidak hanya satu guru, satu sekolah atau satu bidang keilmuan saja, tapi kita bisa belajar tentang apapun, kapanpun dan dimanapun kita berada. Tidak perlu duduk manis di bangku, tapi bisa dilakukan sambil menyuapi si bayi, sambil menemaninya bermain atau di sela sela waktu senggang yang saya miliki. Saat terbersit pertanyaan di otak saya, saat itu juga saya belajar, mencari melalui fasilitas internet di laptop maupun telepon genggam yang hampir setiap saat ada di genggaman saya. Dari internet juga saya belajar bagaimana menjadi istri yang baik, ibu yang baik dan hamba yang baik.

3.   Dokter anak dan Dokter Spesialis Pribadi .
 
Seperti pengalaman ibu ibu lainnya yang memiliki anak balita, anak saya pun rentan terserang berbagai penyakit,mulai dari sekedar batuk pilek, demam, diare  hingga kecelakaan seperti jatuh dari tempat tidur, kecengklak dan lain sebagainya. Tentunya setiap ibu pasti bingung dan panik menghadapi kondisi semacam itu, tapi kepada ‘dokter internet’ saya bertanya apa saja yang berkaitan dengan kesehatan, belajar mengenali penyakit dari gejala yang ditimbulkan, mengetahui pertolongan pertama yang harus dilakukan, pencegahan agar tidak berulang, mencari alamat dokter yang kompeten hingga mencari second opinion setelah mendapat vonis penyakit yang diderita dari dokter di klinik.

Pengalaman saya belum lama ini, anak saya divonis TB paru paru oleh satu DSA dan harus minum obat yang banyak efek sampingnya selama 6 bulan, tapi berkat internet, saya tahu bahwa gejala yang diderita anak saya tidak sesuai dengan penyakit yang divoniskan tersebut, lalu dari internet pula saya mengetahui nama dokter spesialis anak sub spesialis paru anak yang bagus di salah satu rumah sakit ternama, lalu saya mendatanginya untuk mencari kepastian dan darinya saya diberitahu bahwa anak saya hanya alergi dan bukan TB Paru. Andai tidak ada internet, mungkin  saya percaya saja pada pendapat dokter pertama dan mencekoki anak saya dengan obat yang pada hakikatnya adalah racun.

4.   Sarana Kerja
 
Sambil mengurus anak, memperhatikan tumbuh kembangnya, mendidik dan menemaninya, saya juga tetap bisa ngantor, tapi kali ini  cukup di rumah. disinilah internet berperan penting dalam pekerjaan saya. Saya menerima berkas berkas pekerjaan yang dikirimkan melalui email atau via telpon. Lalu saya mengerjakannya di sela sela waktu senggang  kemudian mengirimkan hasilnya via email juga atau dititip via suami yang kantornya di perusahaan yang sama. Ke kantor cukup dua minggu sekali jika diperlukan atau untuk mengambil penghasilan. (hehe lumayan anak tetap terurus dan penghasilan juga dapat, biaya transportasi juga berkurang tentunya)

5.   Media silaturahmi, tempat curhat, fashion stylish, gadget consultant dan alat belanja
 
Dengan internet, meski di rumah, saya tetap bisa bergaul dengan teman teman  melalui facebook, twitter dll, jika ingin mencurahkan isi hati atau mengungkapkan ide, tinggal menulis di blog. Selain itu saya tetap bisa gaul mengetahui trend fashion mode terbaru, mengetahui trend tehlonologi terbaru, mencari tau harga suatu barang dan berbelanja secara online, sehingga meski di rumah, saya tetap tidak kumuh dan ketinggalan jaman.

 Salah satu toko online terlengkap langganan saya untuk masalah gadget adalah www.bhinneka.com . Sebelumnya saya dan suami biasa belanja keperluan gadget seperti computer, laptop, Printer, Flash Disk, Handphone dan lain lain di Mangga Dua, tapi sejak disarankan oleh teman divisi IT di kantor untuk berbelanja di bhineka.com, saya tidak lagi perlu repot bermacet macet ria ke Jakarta. Cukup cek harga secara online, lalu datang ke tokonya di cibubur junction (dekat rumah) atau via telpon saja dan tunggu diantar. 

Jika  mencari barang yang langka juga bisa pesan, selain itu yang paling penting harganya sama saja dengan mangga dua, tidak perlu  menghabiskan energi dan biaya transportasi serta tentunya tidak perlu repot repot menawar, semua bisa dilakukan di rumah saja tanpa menghabiskan banyak waktu.

Begitulah gambaran betapa  internet penting bagi seorang ibu rumah tangga seperti saya sekalipun, jadi, masih bertanya pentingkah internet bagi ibu rumahan??

tulisan diikutsertakan dalam kontes blog di http://www.bhinneka.com
 sumber gambar : www.google.com

READ MORE - Internet Di Mata Seorang Ibu Rumahan

Tuesday, 15 February 2011

KITALAH PERUSAK BUMI KITA SENDIRI!

 Negara tercinta kita Indonesia terkenal dengan keindahan alamnya. Negara yang sebagian besar daratannya merupakan hutan yang mengandung berbagai kekayaan alam yang telah diciptakan Tuhan dengan beragam manfaat luar biasa yang merupakan salah satu tongkat penguat keseimbangan alam.

Hutan adalah tempat hidup beraneka ragam jenis tumbuhan yang  sangat berguna bagi kehidupan manusia, diantaranya adalah sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan manusia untuk bernafas,  sebagai penyerap air yang akan mencegah kita dari kebanjiran, mencegah pemanasan global yang dapat menimbulkan berbagai bencana, dan mengikat tanah sehingga mencegah dari longsor. Selain itu hutan juga bisa menghasilkan berbagai jenis kayu, sayuran dan obat obatan yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia.

Hutan juga berfungsi sebagai tempat berkembang biaknya beraneka ragam fauna yang membuat Indonesia kaya akan berbagai jenis spesies binatang. Dan itu sangat membanggakan. Bahkan Indonesia masih memiliki salah satu hewan langka komodo yang hanya berada di Indonesia.

Namun sayangnya, menurut Buku Rekor Dunia Guinness Edisi Tahun 2008 Indonesia tercatat sebagai negara tercepat penghancur hutannya sendiri. Menurut data tersebut “Indonesia merusak seluas 51 kilometer hutan setiap harinya, atau seluas 300 lapangan bola setiap jam nya atau seluas taman monas setiap setengah jam”. Hampir tak percaya rasanya mengetahui hal tersebut, tapi inilah fakta yang terjadi di negeri ini, oleh ulah kita sendiri sobat! Hutan hutan tersebut dirusak dengan cara ditebang secara illegal, dibakar, dirubah menjadi kawasan perumahan dan lain lain. Sungguh disayangkan, bisa dibayangkan sepuluh tahun lagi, apa masih ada hutan yang tersisa di Indonesia? Masihkah keseimbangan alam dapat dinikmati oleh anak cucu kita kelak?
 Padahal, dengan semakin berkurangnya jumlah hutan, berarti Negara kita semakin rentan akan terjadinya bencana alam, terutama banjir, longsor, pemanasan global, gempa bumi dan lain lain. Wah, pantas saja kita tak henti hentinya mendengar berita tentang bencana banjir dan longsor di televisi. Tak heran lagi mengapa bisa begitu sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Dan selama ini kita hanya bisa ternganga sedih menyaksikan penderitaan saudara kita tersebut tanpa melakukan tindakan apapun. Hanya bisa mengutuk pemerintah yang kita anggap tidak becus menangani masalah ini atau yang lebih parah mempertanyakan keadilan tuhan yang membiarkan bencana itu terjadi.

Padahal, kalau perusakan hutan kita tidak dicegah dari sekarang, dan dibiarkan jumlahnya tetap seperti itu, maka akan jauh lebih sering lagi kita mendengar berbagai bencana alam terjadi lagi, lagi dan lagi di negara kita. Berapa banyak lagi saudara kita yang akan menjadi korban? Berapa banyak kerugian lagi yang akan dialami oleh rakyat Indonesia? Bisa-bisa lima tahun lagi, berita banjir akan terjadi di seluruh bagian Negara ini tidak hanya di Jakarta atau daerah padat lainnya. Dan berita tentang longsor, gempa bumi dan korban korbannya akan kita dengar setiap jam di televisi.
         
Semoga dengan tulisan ini kita semua dapat terbangun dari lelapnya ketidak pedulian kita, tersadar bahwa kita! Yah kita yang membaca tulisan ini dan siapapun, bisa memperbaiki kondisi ini!. Demi kehidupan kita selanjutnya, kehidupan anak cucu kita dan keberlangsungan bumi ini.

Mari kita mulai dari lingkungan terkecil kita dengan menciptakan hutan kecil kecilan di halaman rumah kita sendiri, menyisakan sedikit saja lahan serapan air untuk mencegah banjir. Mari kita tanamkan dalam-dalam di benak kita rasa perduli untuk menjaga hutan kita dan menjaga keseimbangan alam ini. Mari kita semua bergotong royong, menjaga hutan kita dari diri kita sendiri, dari para perusak, pencuri, pembakar, penebang illegal, dan penjualan kayu secara tidak terkendali.

Mari kita lestarikan bumi ini dari kehancuran, bencana alam  dan ketidak nyamanan lainnya. Biarkan keanekaragaman flora dan fauna tetap menjadi cirikhas bumi Indonesia yang indah yang patut untuk kita banggakan. Semoga semua keindahan ini masih dapat kita wariskan untuk anak cucu kita kelak.

 Dari anak Indonesia untuk negeriku tercinta.



READ MORE - KITALAH PERUSAK BUMI KITA SENDIRI!