Sunday, 23 January 2011

Payung Merah Hati, Saksi Bisu Kebodohanku



Pagi itu langit muram..
Awan terlihat berkaca kaca, redup dan menghitam. Tiada lagi sinar cerah menerobos masuk ke kamarku ketika gorden jendela ku buka.

“Andai saja hari ini tidak ada ujian di kampus, pasti sudah kutarik selimut lagi melanjutkan nikmatnya tidur” (lirihku)

Aku segera bergegas ke kamar mandi, menjalani rutinitas pagi seperti biasanya, kembali ke kamar dan berkemas mempersiapkan buku buku dan peralatan yang harus ku bawa hari ini. Semua telah siap di dalam tas coklat kesayanganku.

“Maaa, ini payungnya ketinggalan, kayaknya sebentar lagi mau ujan lho”

suara ibuku setengah teriak, sambil menghampiriku yang tengah membuka pintu pagar beranjak keluar. Membawakanku sebuah payung lipat berwarna merah hati, warna favoritku. Hampir saja payung ini tertinggal, padahal setiap hari ia selalu setia bersamaku.

Akhir akhir ini cuaca memang tak menentu, hampir setiap hari hujan turun tak perduli pagi, siang ataupun malam.

Selang beberapa saat, sampailah aku di sebuah halte bus yang sudah sangat tak asing bagiku, hampir setiap hari aku berada disana, menunggu bus ke arah kampus yang hanya lewat setiap 20 menit sekali. Sebuah halte yang tak terurus, atapnya hilang entah dicuri tukang besi tua atau terbang ditiup angin. Tapi lumayanlah karena masih ada tempat duduk panjang untuk beristirahat sambil menunggu bus datang meski kondisinya sudah tak layak dan penuh coretan tangan tangan jahil.

Aku duduk disana sambil mengotak ngatik telepon genggam, meng’update’ status Fesbuk sekedar mengisi waktu sambil sesekali mengecek apakah bus telah datang.

Lima menit kemudian….
seorang pria kira kira usianya 40 tahunan datang dan duduk tepat di samping kiriku. Ups aku tak tahan mencium bau parfumnya yang terlalu menyengat, bagiku bukannya wangi tapi malah membuatku muak.

“Pagi mbak? Mau kemana?” Ia mulai menyapaku

“Ke depok, bapak mau kemana ” jawabku

“nunggu mikrolet 06A mbak, mau ke rumah sodara. kerja mbak?” Tambahnya

“enggak pak, mau ke kampus” jawabku

“oo, kuliah dimana?” 

dll dll

Bapak bapak itu terus terusan menghujaniku dengan berbagai pertanyaan dimulai dari pertenyaan tentang kuliah, rumah, jumlah keluarga, hingga tentang baju yang ku pakai…

Awal awal aku menghargai sikapnya yang ramah berusaha mencairkan suasana, tapi lama kelamaan aku mulai jengah, mulailah aku menaruh curiga mengapa ia begitu SKSD (sok kenal sok dekat) kepadaku… aku mulai risih berada di sisinya, sepertinya ia terlalu mau tau urusanku.

“Jangan jangan ia orang jahat yang berusaha menghipnotisku seperti yang kulihat diberita berita tivi akhir akhir ini atau bisa jadi ia pria hidung belang yang mencoba mendekatiku” lirihku dalam hati

Aku semakin cemas dan kaget ketika tiba tiba saja aku menyadari bahwa ia sedang menggenggam sebuah payung lipat merah hati. ups... !

‘wah jangan jangan dia benar benar orang jahat, buktinya ko bisa bisanya aku tidak sadar kalau payungku itu sudah berpindah tangan”

aku segera mengecek isi tasku, syukurlah dompet dan hp msh berada di tempatnya.

“maaf payungnya!” 
aku berusaha bersikap sopan ketika serentak tanganku mengambil kembali payung itu dari tangannya, masih berusaha bersikap manis padahal hatiku sudah lumayan jengkel. Ia hanya tersenyum sambil menyerahkan payung itu ke tanganku.

Hujan tiba tiba saja turun dengan derasnya….
Aku segera berdiri dan membuka payung di tanganku, melindungi diri, pakaian dan tasku agar tidak basah sambil berharap bus ku segera datang.

Tanpa sepatah katapun, pria itu sontak mengikuti berdiri tepat di sampingku mengambil bagian untuk dapat melindungi diri dari payung yang ku genggam…

Aku mulai gerah, kekesalanku bertambah lagi.

“Pria tua ini benar benar tidak tau sopan santun, untuk ukuran orang seusianya seharusnya ia tau persis bagaimana caranya meminta izin untuk ikut dalam payungku, tapi ia hanya tersenyum tanpa sepatah katapun” geramku dalam hati

Sebuah mikrolet no 06A lewat di depan kami, tapi si Bapak itu tidak menyetopnya. Mungkin ia lengah fikirku.

Beberapa saat kemudian,
mikrolet 06A yang lain berhenti menurunkan penumpang di halte tempat kami berdiri, tapi si Bapak tidak juga masuk ke dalamnya. aneh...

Aku berusaha mengingatkannya dengan menatap wajahnya, berharap ia segera naik, tapi ia hanya tersenyum kepadaku.

Kegeramanku mulai memuncak, kesabaranku hampir habis, dari tadi aku sudah berusaha bersikap manis tapi sepertinya kali ini tidak lagi dapat dipendam. sedikit demi sedikit payung sengaja ku geser ke arahku, kubiarkan air hujan jatuh di satu sisi pakaiannya. aku ingin tau reaksinya, jika ia marah aku akan balik tanya apakah ia telah meminta izin untuk berteduh di payungku. Namun ternyata ia tidak marah, lagi lagi hanya tersenyum kepadaku.

“sepertinya pria ini berusaha mencari kesempatan untuk berdekatan denganku, memanfaatkan suasana hujan dan pura pura berteduh di payungku. aku tidak akan membiarkannya! Dasar pria hidung belang! Kita lihat saja selanjutnya. Kalau sekali lagi mikrolet itu datang tapi dia tidak naik jg, aku akan beri dia pelajaran” ancamku masih dalam hati.

Aku menunggu nunggu saatnya mikrolet itu lewat. Mencari alasan terakhir untuk marah. Tapi ternyata....... yang datang adalah bus menuju depok yang telah lama ku tunggu.

Huh gagal deh memberi dia pelajaran, tapi tak apa lah setidaknya aku selamat karena bisa segera pergi meninggalkannya.

“Lega… Akhirnya aku bisa beranjak dari tempat ini. Rasakan kau akan basah kehujanan nanti jika payung ini kubawa” gumamku bahagia di dalam hati

Aku melambaikan tangan pada busku dengan riang. Bus pun berhenti tepat saat aku berada di pintunya yang mulai terbuka.

Saat kaki kananku melangkah ke dalam bus, sebuah suara mengejutkanku:

“kalau sudah tidak dipakai lagi, biar payungnya saya bawa pulang mbak, kebetulan mikrolet saya sudah ada tepat di belakang bus ini”

Aku sudah sangat siap dengan perkataan dan makian yang akan aku sampaikan kepadanya bertubi tubi, ketika aku tiba tiba terfikir untuk mengecek isi tas ku dulu sebelumnya.

Yah… hal yang paling tidak aku harapkan terjadi.
Aku sungguh merasa bodoh malu dan egois…!
Ternyata payung merah hatiku masih terlipat rapi di dalam tasku dan yang ku pegang ini adalah payung miliknya.......
bus pun melaju tanpa memberiku kesempatan untuk sekedar meminta maaf, dan aku tak pernah lagi bertemu bapak bapak yang ramah dan bijak itu.

Hikmah yang dapat dipetik dari kisah ini:
1.Paradigma kita terkadang salah, jadi jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.
2.Bersikap negative thingking dapat membuat kita buta untuk dapat melihat dan menghargai ketulusan seseorang.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp.
READ MORE - Payung Merah Hati, Saksi Bisu Kebodohanku

Friday, 21 January 2011

Bodohkan kita jika kita diingat ketika susah dan dilupakan ketika senang?


'iya juga ya kadang-kadang kata 'baik' itu identik dengan 'bodoh'.....

tiba2 saja aku kepikiran untuk nulis itu sbagai status FB ku hari ini... mengingat beberapa kejadian yang terjadi pada diriku akhir akhir ini.

yah.. kadang kadang, kebaikan yang kita lakukan malah dinilai bodoh oleh sebagian orang. lalu apakah yang harus kita lakukan..?
jawabannya adalah memilih! memilih untuk mendengarkan vonis tersebut dan berhenti berbuat baik? atau memilih untuk tetap berbuat baik dan membiarkan orang lain menjudge kita dg apapun!. dan aku ingin memilih yang kedua dalam hal ini dan tentunya siap menerima resikonya..

berikut sepenggal kisahku untuk lebih mudah memahami kata kata di atas :

kurang lebih seminggu yang lalu, tetangga samping rumahku bertengkar hebat dengan suaminya, hingga hari ini aku hitung sudah ada 5 episode pertengkaran yg terdengar. malah little bird told me... katanya istrinya ditendang keluar rumah dlm kondisi yang "tidak layak". dengan kata lain dia diusir gara2 menggadaikan bpkb mobil suaminya dan uangnya dipake untuk biaya berobat ayahnya (menurut versi sang istri).
keesokan harinya sang istri nangis2 ke rumahku mengadu perlakuan kasar suaminya yg menghukumnya dg kekerasan fisik, lalu memohon2 minta bantuan agar aku meminjamkan sejumlah uang untuk membantu menyelesaikan pertengkarannya itu.
sebagai makhluk sosial, dan seorang wanita, aku merasakan sekali bagaimana sedih dan bingungnya berada dalam posisi seperti itu, dan aku masih memiliki kemampuan untuk membantu, dan setelah diskusi dg sang suami kemudian aku mentransfer sejumlah uang untuknya.

esok harinya seseorang yang perduli padaku mengomentariku dan menyayangkan apa yang telah aku lakukan, ia mengatakan mengapa aku begitu bodoh meminjamkan uang kepada orang yang sedang dalam posisi diusir!

beberapa hari kemudian, aku sedang makan siang bersama beberapa teman di kawasan cibubur. tiba2 seorang teman yang belum lama kukenal menelpon dan disusul oleh beberapa pesan pendek. ia membutuhkan bantuanku atas musibah tabrakan yang dialami kakaknya. ia meminjam sejumlah uang untuk menyelesaikannya.. ups... tepat disaat kondisi keuanganku sedang menipis.. ditambah saran dari seorang sahabatku yg sedang makan bersamaku : ' jangan ma.. belum tentu bener, jangan2 bohong lagi'.
tapi, aku tetap memutuskan untuk meminjamkan, setelah izin kpd suami, aku mentransfer lagi sejumlah uang padanya meski tidak sepenuhnya yg ia butuhkan krn keterbatasan yang ku punya.

dan sorenya, seseorang mengatakan padaku, bodoh banget sih loh bisa aja dia pinjem bukan karena tabrakan. soalnya kl emang iya masa iya sih sebanyak itu?

dan kemarin,....... pagi pagi sekali seorang tetangga datang ke rumah, untuk suatu keperluan ia meminjam sejumlah uang padaku. ketika kutanya untuk apa ia hanya bilang 'ada keperluan penting'. beberapa saat kemudian ia pergi meninggalkan rumahku dengan membawa beberapa lembar uang terakhir yang kupunya yang mampu kupinjamkan.
dan ketika ia beranjak, dalam hatiku bertanya pada diri sendiri : "bodohkah aku begitu saja membiarkan beberapa lembar rupiahku dibawa orang lain tanpa alasan yang kutahu padahal aku sendiri masih punya banyak sekali keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi? dan saat itu pula nuraniku menjawab: "TIDAK".

kejadian ini terjadi berturut turut hanya dalam kurun waktu satu minggu. dan ini bukan yang pertama. mungkin aku bersyukur atas ini. aku bukan orang berpunya, bukan pula orang berpangkat. aku hanya seorang wanita rumahan, istri seorang karyawan kelas kere, manusia kecil, lemah dan punya banyak sekali kekurangan serta keperluan yang belum mampu terpenuhi. tapi entah mengapa banyak teman selalu ingat kepadaku kala ia mengalami kesulitan hidup. ada yang sekedar pinjam 10 ribu untuk ongkos pulang, 20 ribu untuk bayar cicilan, 50 ribu untuk beli beras, 50 ribu untuk beli bensin, 100 rb untuk tambahan beli sesuatu, hingga yang jumlahnya jutaan untuk keperluan musibah2 spt sakit, tabrakan dan lain lain.

sebagian orang bilang ini musibah, karena orang orang baru ingat aku ketika sedang susah dan lupa datang padaku ketika mrk senang. tapi bagiku ini berkah. aku lebih bersyukur ketika aku diingat saat susah dari pada sebaliknya. aku bersyukur Allah masih mempercayakan menitipkan rizki untuk mereka dlm kesulitannya melalui aku. itu tentunya sebuah kepercayaan yang Allah berikan khusus untuk aku.

sama seperti mereka, akupun pernah berada dalam posisi 'membutuhkan bantuan orang lain'. dan aku merasakan betapa sulit dan tidak enaknya berada dalam posisi seperti itu. aku bahkan pernah tidak mendapatkan bantuan yang sangat aku butuhkan saat itu. dan hingga hari ini efeknya masih terasakan olehku.

karenanya aku memahami sekali mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk berbagi. dan karena bagiku, rizki yang sampai di tanganku adalah belum tentu milik aku sepenuhnya. bisa jadi itu adalah milik orang2 yang membutuhkan yang ada di sekelilingku yang dititipkanNya padaku. dan aku percaya sekali bahwa rizki yang sesungguhnya untukku tidak akan tertukar atau hilang jika aku mengeluarkannya untuk dipinjamkan atau diberikan pada orang yang membutuhkan. dan satu lagi pastinya aku sangat mempercayai kalkulator Allah yang tidak mungkin salah. bahwa Allah akan mengganjar kebaikan yang kita berikan dengan beberapa kelipatan.
sebagaimana firman Allah berikut:

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (surah al-Baqarah, ayat 261).

dan di ayat lain :
"Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) dijalan Allah, lalu diantara kau ada orang yang kikir, dan barang siapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri, Dan Allahlah Yang Mahakaya, dan kamulah yang membutuhkan (karuniaNya).
(Surat Muhammad [47]: 38)

kembali kepada kisahku diatas, bagiku tak perduli apapun alasan yang dibuatnya ketika ia datang membutuhkan pertolongan (pinjaman). karena jujur atau bohong itu akan kembali kepada dirinya sendiri dan itu urusan dia dengan tuhannya. urusanku adalah.. setiap orang yang datang membutuhkan bantuan, ia datang karena terdesak kebutuhan alias karena dalam posisi yang terjepit dan perlu bantuan. karena siapa sih yang mau berada dalam posisi menjadi seorang peminjam? iya ga..? yang penting niat kita adalah untuk tulus membantu karena Allah memerintahkannya. toh Tuhan tidak buta kan..??Tuhan tahu apa yang telah kita niatkan dan Tuhan pastinya tidak akan membiarkan apa yang telah kita niatkan baik itu hilang begitu saja. karena sekali lagi rizki yang sesungguhnya untuk kita tidak akan pernah hilang atau tertukar.. namun demikian tentunya kita jg harus tetap waspada dan memastikan bahwa orang yang kita pinjamkan adalah orang yang:
1. benar2 membutuhkan
2. amanah/dapat dipercaya
3. ada potensi/kemampuan untuk mengembalikannya, jika tidak lebih baik memberi saja secukupnya dr pada memberatkan ia ketika mengembalikannya nanti

sekian kisah ini semoga ada pelajaran yang bisa dipetik darinya.
wassalam

READ MORE - Bodohkan kita jika kita diingat ketika susah dan dilupakan ketika senang?

Thursday, 20 January 2011

sebuah "rasa" yang seharusnya "tak ada"





SEBUAH RASA

pagi itu, tepatnya menjelang siang mentari bersinar cerah sekali bak perawan yang sedang tertawa dg cerianya.., hangatnya menembus ke sela2 kulitku, sinarnya terangi hari menyusup di sela sela ranting dedaunan lalu sampai ke atas kepalaku....

pagi yg ramai...seolah olah setiap org bersegera bangun dan keluar rumah untuk menyambutnya..., ibu2 tetangga, bapa bapa dan anak anak tentunya... smua bertebaran keluar menyongsong hari yang ditunggu... , ya.. hari ini di komplex kami ada perayaan 17 belas agustusan... , sedikit berbeda dg perayaan tahun2 sebelumnya, entah mengapa kali ini setiap orang begitu antusias menyambutnya...

azka, anaku yg baru berumur 3 tahun pagi ini jg telah siap menyambutnya... , dg semangat ia ingin mengikuti salah satu lomba yang diadakan di RT kami yaitu lomba fashion show..., dengan semangat dia terlihat begitu siap menghadapi hari ini.., berpakaian rapi bak model sungguhan, kemeja biru muda, celana jeans, sepatu baru, tak lupa dasi dan topi kesayangannya yg berwarna senada...

acara memang belum dimulai.. tp ia sudah melenggak lenggok dg gayanya seolah sedang diatas panggung.

aku berjalan menuju keramaian di tengah lapangan itu, menemani azkaku yg sdh siap dg kostumnya. sayangnya ayah azka hr ini tidak dirumah jd tidak bisa ikut memeriahkan keramaian ini.

acara hampir di mulai... aku memegang erat tangan anaku untuk menyemangati, ketika tiba2 mataku terpaut pada sesosok makhluk....

ada sebuah getaran hebat bergejolak di dalam dadaku, sebuah rasa yg aneh, yang ingin sekali kutolak tp entah bagaimana caranya ia bisa hadir begitu saja dlm benakku...

aku begitu terpana ketika tidak sengaja sepasang bola mataku ini bertemu pandang secara tak sengaja dengan seorang pria...

seseorang yang beberapa saat kemudian aku ketahui ternyata tetanggaku sendiri... hanya beda beberapa rumah tp betapa bodohnya aku hingga aku baru saja menyadari keberadaannya dan baru saja melihatnya hari ini... disini...

ia tampak begitu elegan.... dengan celana coklat yg match dg jacket coklat yg ia kenakan, di dalamnya terlihat kemeja putih yg sepertinya branded begitu bersih dan rapi.. pas sekali sepertinya berada di tubuhnya yg kekar itu.. , usianya kira2 30 tahunan, rambutnya ikal tp agak lurus, tersisir rapi, tidak besar tp tidak kurus, ia berkulit putih dan tinggi... tanpa kusadari hatiku berdecak mengagumi sosoknya..padahal aku jg tau pasti ia jg seorang bapak, karena aku melihat sesosok makhluk kecil laki laki di genggaman tangannya yg sepertinya usianya tak jauh dg anaku...

ya Allahu rabbi, astagfirullahal adzim, aku beristigfar (masih dlm hati)...

Tuhan ampuni aku yang telah tak sengaja mengagumi sosok lain selain suamiku sendiri...

tak perduli dengan hiruk pikuk dan keramaian yang ada... , aku bertempur sendiri dengan jiwaku sendiri....

sebuah rasa bersalah menyelimuti, rasa berdosa mengapa bisa bisanya aku memiliki rasa ini.. rasa kagum pada org lain meski itu hanya terjadi dalam hati... tp rasa berdosa ini seolah2 aku telah melakukan perselingkuhan.

betapa tidak, aku yang selama ini menjunjung tinggi rasa kesetiaan, bisa2nya memiliki rasa kekaguman itu...

padahal aku begitu sadar, sejak aku menerima seorang irwan fadli fauzie sebagai suamiku, aku telah berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak pernah "mengagumi" (dalam tanda kutip) pria lain selainnya, karena ia adalah sosok yang 'cukup' bagiku..... ia tidak memiliki kekurangan yang bisa mengurangi rasa cintaku padanya.. ia cukup memenuhi ruang2 kosong pada ketidaksempurnaanku untuk melengkapi hidupku... aku mencintainya dengan sepenuh hatiku...

tapi kenapa...?? aku mencoba mengubur dalam2, dan membuyarkan lamunanku namun rasa itu msh saja berkecamuk di dalam diriku hingga aku hampir saja tidak mendengar ketika panitia memanggil nama anakku untuk naik ke atas panggung memulai aksinya.

jantungku berdegup hebat, ketika tiba2 aku baru menyadari ternyata pria itu berada tepat di ujung garis horisontalku, memperhatikan anaknya yg berlomba bersama anaku sambil sesekali menatapku...

Sekali lagi Tuhan... .please lindungi aku. jangan biarkan aku melakukan kesalahan meski hanya dalam hati... yakinkan padaku bahwa semua ini tidak ada...

waktu terus berlalu, tiba2 seorang anak kecil yg digendong ibunya disampingku menumpahkan sekantung plastik es berwarna biru ke atas bajuku, tentunya tak sengaja, ia pun menangis karena minuman yg sedang dinikmatinya ternyata tumpah..

tp bajuku kuyup hampir separuhnya... ugh.. kesal tp tdk bisa marah pada anak kecil yg tak sengaja....

ingin segera pulang mengganti baju, tp anaku belum turun panggung, ia akan menangis di keramaian jk tak menemukanku ketika ia turun...

huft.... nikmati saja lah keadaan ini... mungkin ada hikmahnya ketika guyuran ini menyadarkan aku dr alam lamunan bodoh kembali kepada alam nyataku...

tp tiba2 saja, lagi2 aku terperangah ketika sepasang tangan menyodorkan sebuah jaket berwarna coklat yg td kulihat, kepadaku.... disusul sebuah ucapan 'silahkan pakai saja dulu biar tidak terlihat basah...'

huft... jantungku berhenti berdetak, tertegun tp tanganku meraih jaket itu tanpa mampu menolak....

Tuhan...sekali lagi.. kenapa aku tak mampu menolaknya... ???

aku mengenakan jaket itu..... sebuah tatapan tajam penuh perhatian tertuju padaku... , aku risih tp menikmatinya...tp istigfarku bertubi2 terlantun oleh sang hati.

hari telah berlalu, entah dr mana ia mendapatkan no ponselku, waktu itu pukul 9 pagi, lagi lagi pagi yang penuh dengan kehangatan sang surya, cerah berbinar2....

sebuah pesan pendek aku terima.. " bisakah kita bertemu di taman samping lapangan kemarin sejam lagi? skalian tolong bawakan jaket sy yg kemarin, ada suatu hal yang ingin sekali saya sampaikan. sy tunggu."

huft... aku baru saja selesai mandi waktu membaca sms itu., ternyata sudah msk ke ponselku sejak setengah jam yg lalu..

brarti waktunya tgl setengah jam lg... aku tak mampu membalas pesan itu... karena tak mampu mengatakan ya atau tidak..

huft.. aku berada di titik nol, tepat di tengah tengah antara ya dan tidak, sebuah posisi yang paling tidak aku sukai tp aku sendiri tak percaya mengapa aku saat ini berada di titik ini...

seperti biasanya, aku mengenakan pakaianku, sebuah baju hijau toska yg kupilih lengkap dg jilbab berwarna senada...

waktu tinggal 5 menit lg....

jantungku berdegup semakin kencang, jiwaku bergejolak dahsyat...

Tuhan... please.... aku tak percaya mengapa aku melangkah keluar rumah, menuju suatu tempat dimana seorang asing menungguku...

sekali lagi aku tak percaya, ini tak mungkin terjadi pada diriku, ini 180 derajat berlawanan dg prinsip hidup dan komitment komitmentku.. tp apa daya kaki ini telah melangkah...

melangkah untuk sebuah kesalahan, untuk sesuatu yang seharusnya tidak aku lakukan.., untuk sebuah rasa yang seharusnya aku tolak mentah mentah...

aku sangat merasa bersalah, kecewa pada diriku sendiri, bagaimana aku hrs mempertanggungjawabkan smua ini dihadapan Allah kelak, juga dihadapan suamiku,.... aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaannya jika ia mengetahui ternyata aku.. istrinya berjanjian dg pria lain selainnya, dengan suami orang lagi.... ... ooh tidaaaaaaaaaaaaaaaak...

dalam langkah yg goyah, sekali lagi dalam hati aku berucap dengan lantangnya, meyakinkan lagi pd diriku sendiri , aku mencintai suamiku... dan takan pernah terganti.. he is the best I ever have....

hiks... aku menoleh ke kanan dan kekiri ketika tiba2 saja mataku terbuka, sekali lagi menoleh untuk meyakinkan diriku dimana aku berada...

sebuah jam bulat berwarna merah di dinding samping kananku menunjukkan waktu pukul 6 pagi...

ups.. ternyata aku masih disini, berbaring di samping kiri suami tercintaku dan disamping kanan anak kesayanganku...BUKAN di TAMAN itu...

terima kasih ya Allah.. kesalahan itu ternyata HANYA SEBUAH MIMPI TIDURKU yang tak bisa aku kendalikan.....

terimakasih aku segera terbangun sebelum bertemu dg nya... Huft... mimpi yang membuat aku merasa bersalah sendiri.....

terimakasih ya Allah masih melindungiku dr rasa itu... alhamdulillah wastagfirullahulAdzim...

selameet selameet....




"mohon maaf kepada pr pembaca yg telah trlanjur hanyut dlm alur ceritanya.. sekali ini ini cuma mimpi.. bukan kenyataan hee..e.e.e.e.e..e. :) " c u on the next story...
READ MORE - sebuah "rasa" yang seharusnya "tak ada"

hakikat cinta


apakah..
apakah cinta masih bermakna sama..?
saat ia meluluhkan ketegaran..
saat ia mengubah rangkaian komitmen diri..?
saat ia melampaui logika dan kesadaran........

kurasa emosi itu terlalu berlebihhhh.
sebesar apapun emosi itu..
tetap harus sejalan dengan logika dan akal..
mampukah kita menyelaraskannya..?
menjaganya agar tetap berjalan dengan lurus..

namun.

saat kita belum mampu melakukannya....
sudah layakkah kita mencobanya....

hitam dan putih hidup ini adalah pilihan.
smua yang terjadi.. adalah apa yang kita pilih..
lalu..
mengapa kita tidak memilih yang terbaik
untuk kita persembahkan pada diri kita sendiri..??/


tepian ciomas,
aku..
masih dalam doa panjangku...
'smoga tuhan slalu menunjukan stiap langkahku'


by: Noerachma @ diary_kita@yahoogroups.com
28 agustus 2004
READ MORE - hakikat cinta

Aku tetap menunggu

Aku tetap menunggu,
by: sata @diary_kita@yahoogroups.com
22 agustus 2004

Gundah
Dihadapanku, terbentang langit yang luas
bertabur seribu bintang yang mulai redup
atas nama cinta ku percayakan bahwa aku
mampu petik satu bintang yang paling terang

saat senja memerah, cabang-cabang pohon menyanyi
bersama gemelitik ranting yg patah
menjulai kearah ku seolah mengusir ragu saat ini

ku bertanya pada angin spoi yg singgah
"adakah kekasihku tahu bahwa hati ini amat merindu?"
kutitip pesan pada melodi jangkrik
:bila dimalam kekasih ku ragu, yakinkan bahwa aku
tetap menunggu"
READ MORE - Aku tetap menunggu

I miss u

by noerachma 11 maret 2005
@diari_kita2yahoogroups.com


All I ever wanted was to be part of your heart,
And for us to be together, to never be apart.

No one else in the world can even compare,
You're perfect and so is this love that we share.

We have so much more than I ever thought we would,
I love you more than I ever thought I could.

I promise to give you all I have to give,
I'll do anything for you as long as I live.

In your eyes I see our present, our future and past,
By the way you look at me I know we will last.

I hope that one day you'll come to realize,
How perfect you are when seen through my eyes.

If U WaNa KnOw HoW MuCh I MiSs U...
TrY 2 CaTcH rAiN dRoPs...
ThE OnE U CaTcH iS HoW MuCh U MiSs mE...
& ThE OnEs U MiSs iS HoW MuCh I MiSs U
READ MORE - I miss u

Wednesday, 19 January 2011

Fatamorgana 1

by: noerachma, 16 feb 2005
@ diary_kita@yahoogroups.com

Cukup menghias pandangan mata
saat kau hadirkan sergarnya air
dan hijaunya kehidupan....

tak tahu kemana harus bertanya
dan mencari jawab...

kau hadir tepat saat dahaga keringkan tenggorokan...
saat terik dan debu sirami dan bauri tubuhku..

aku sadari sepenuh hati jika kau hanyalah sebuah FATAMORGANA fana..
namun aku tak bisa menahan diriku untuk tidak mengharap ku menetap dan menghiasi keringnya jiwaku..
walau demikian..
aku tak terlalu berharap jika fatamorgana ini menjadi nyata..
karna aku tidak ingin kecewa..
karna aku tidak ingin ia kecewa..
READ MORE - Fatamorgana 1

Dengan Puisi

Dengan puisi....
Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta berbatas cakrawala

Dengan puisi aku mengenang keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangisi jarum waktu bila kejar mengiri

Dengan puisi aku memutih nafas jalan yang busuk
Dengan puisi aku berdoa perkenankanlah kiranya
READ MORE - Dengan Puisi

BINTANG

FATAMORGANA IV –
BINTANG
by: Noerachma @diari_kita@yahoogroups.com
on 21 Februari 2005


Ketika bongkahan es membungkus jiwa
Sebutir bintang memancarkan sinar
Mengalirkan panas
Mencairkan hati yang sekian lama beku
Menghidupkan jiwa yang sekian lama mati

Nyala bintang semakin terang
Pintu hati tlah dibuka
Ajak bintang menari di angkasa
Awan langitpun terusir
Kilau hati dan bintang kian mempesona

Tibalah kini di ujung pagi
Bintangpun harus pergi
meninggalkan hati
Haruskah hati mati dan membeku lagi .........
READ MORE - BINTANG

Malamku tanpamu

FATAMORGANA V
Malamku tanpamu (on diary_kita@yahoogroups.com - by noerachma 0n 21 Februari 2005)

Tanpamu..
malam ini terasa sepi sekali.
hanya sesekali suara jangkrik memecah kebisuan.
Kadang nyaring. menyentak lamunanku.
Kadang pilu. menggugah sudut hatiku.
Mengusik segala diamku. Kembalikan kenangan waktu itu.
Saat-saat kau ada bersamaku.

Krik! Krik!
Suara-suara itu semakin lama makin membahana.
berirama di telingaku.
mengikuti detak-detak jantungku. terasa semakin bernada.
seakan mengajakku melangkah untuk berdansa.
satu... dua... satu.. dua...
aku berdansa. berputar. menari.
dalam irama ilusi. aku semakin asyik bermimpi.

Aku terus menari. terbang. melayang.
sampai menembus gumpalan awan. halus. lembut.
tersentuh oleh ujung-ujung jariku.
putih. biaskan cahaya indah di pelupuk mataku.

Aku terus menari. menghibur diri. mengisi sepi.
mengukir rasa pada hari-hari ini. tanpamu.
aku tenggelam dalam nadaku.
terlarut dalam rangkaian kata-kataku.

Aku terus menari. dan akan tetap menari.
sampai kau datang mengganti.
sampai kau kembali mengusir malam yang sepi.
Slamat malam.. kisahku… yg pergi berjuang..
Pada malam yang larut.. aku berbisik….
Aku tak mampu menahan kerinduan ini.
READ MORE - Malamku tanpamu

remah remah diary kita


beberapa tahun lalu.. aku dan beberapa teman yang sama sama suka orat oret pernah bikin akun group di yahoo namanya diary_kita@yahoogroups.com.

itu adl tempat curhatnya kita kita. setiap ada keinginan nulis, ato punya perasaan apa aja kita biasa curhatin disana.isinya ada puisi, narasi, novel, atau jg sekedar ungkapan hati apa adanya saat itu. sayangnya hanya beberapa waktu group itu dibajak oleh org2 yg tidak bertanggungjawab sehingga isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan lagi. alhasil banyak sekali artikel2 yg tidak layak untuk di 'klik' sekalipun..

sekarang, aku bikinin satu kategori artikel di blog ini yang namanya juga "diary_kita" isinya sebagian diambil dr remah remah artikel dr diary_kita dulu yang masih bisa diselamatkan, dan sebagian lagi artikel2 baru yang isinya sejenis.
buat siapa aja yang ingin isi atau tulis puisi, curhatan dan sejenisnya disini silahkan mengirimkan tulisannya via email berikut : noerachma@gmail.com
dari pada tulisan2 kita hilang begitu aja, setidaknya akan lebih baik jika jejaknya tertinggal disini..
READ MORE - remah remah diary kita

Thursday, 23 December 2010

happy mom's day


Hmm… terima kasih ya Allah.. aku bahagia sekali ternyata mama dpt kesempatan naik haji… tanpa mengeluarkan biaya krn ada yg berbaik hati memberangkatkannya ke sana.. tentunya itu dariMu…. Sesuatu yang sama sekali tidak mama dan kami sangka2 sedikitpun…. Mama pasti dlm hatinya ingin sekali pergi ke sana, tapi tak pernah berani mengungkapkannya karena memahami kemampuan kami yang tidak memungkinkan… tp engkau maha tau ya Allah…
Aku yakin sekali itu karena engkau yang memanggilnya datang ke rumahmu karena setiap keikhlasannya dlam menjalani segala kesulitan selama ia mengurus kami amanahmu, anak anaknya yang banyak ini…

Terima kasih ya Allah…
Kami memang takan pernah mampu membalas segala peluh dan air matanya…
Tapi kami begitu yakin bahwa tidak ada yg tidak bisa engkau lakukan…
Ya Allah selalu permudahlah hidupnya di dunia pun di yaumil akhir nanti..
Ampuni segala dosa dan kesalahan yang ia lakukan… beri ia tempat terbaik di sisimu nanti ya Allah…

Ya Allah.. hamba ingin sekali menjadi org yang mampu…
Mampu membuatnya senang di hari tuanya ini…
Mampu membuat dia bahagia…, mampu mengepakkan senyum2 di stiap hari2nya…
Aku ingin sekali mampu…
Mampu memenuhi segala yang ia butuh…
Mampu memenuhi apa yg ada dlm harapan2nya…
Ia telah terlalu lama berkorban demi kami ya Allah
Ia rela memakai baju2 nya yg sdh usang dan lusuh… robek
Agar ia bisa membelanjakan uangnya yg sedikit untuk membelikan pakaian meski sederhana agar kami tidak telanjang dan kedinginan….
Ia rela tidak membeli daging, ikan dan makan hanya dengan garam saja… bahkan rela makan hanya dengan ganyong saat ia tak mampu membeli beras..
Agar bisa membagi makanan sederhananya pada anak2nya agar kami tidak mati kelaparan…
Ia rela tidak membeli rumah yang layak… bahkan rela tinggal di bekas pabrik batako tanpa tempat tidur, kasur, alas tidur yang nyaman… tp tidur diatas mesin bataqo hanya beralas plastik bahkan tanpa alas tikar sekalipun…
Agar kami bisa mengenyang pendidikan… agar kami tidak menjadi orang yang bodoh…
Ia rela turun ke sungai jam dua tengah malam dalam kondisi hamil tua untuk menyaring pasir dg berbekal cangkul dan lampu petromak
Agar esok hari anak2nya bisa menyuap sesendok nasi…. Untuk mengisi perut kami yg kosong…

Ya Rabb… hamba tak mampu takan pernah mampu membalas segala yang telah ia korbankan untuk kami itu….
Mk kumohon…. Balaslah segala kesabarannya itu dg segala kebaikan.
Gantilah segala pengorbanannya itu dengan kebahagiaan kini di hari tuanya.. dan juga nanti di hari akhirat saat engkau menempatkannya di sisimu yg terindah….

Ya Allah… permudah setiap langkahnya….
Rasanya… aku ingin sekali berada di sisinya saat ia menghadapmu di bait haram..…
Ingin sekali hamba menemaninya menatap senyummu saat ia kau panggil datang ke rumahmu….
Ingin sekali aku memohon langsung padamu di sampingnya agar kau memberinya yang terbaik…
Aku ingin sekali dipanggil Engkau untuk datang ke bait mu…
Tp entah kapan….
Hamba tak mampu menggapainya… kecuali dengan izin dan keajaiban yang kau ciptakan…
I wish… one day…
READ MORE - happy mom's day

Wednesday, 20 May 2009

team building with mms


tanggal 6 maret lalu, aku n teman2 ngadain kegiatan team building, lokasinya di desa gumati, cimahpar bogor, tempatnya asri, bagus banget, ga nyangka ada tempat sebagus itu di dlm perkampungan cimahpar.

ini dia para pesertanya, kebanyakan masih pada muda2, yah krn memang mayoritas adalah alumnus Bogor EduCare, tempat kita kul dulu sebelum pada kerja di Bukaka

banyak sekali kegiatan yang bagus2, dipandu oleh para pembina yg udh ahli, setiap permainan memiliki tujuan tersendiri dlm pembentukan kerjasama team yg kompak, ini salah satu contoh permainan yg menurut qu paling extreem, high rope, kita harus jalan di atas jembatan tali yang di gantung di atas pohon yang tinggi beneer.. , wuich, serasa menghadang maut, jalan di atas tali tanpa boleh pegangan.. grggrrr... masih kebayang seremnya..

yang ini nama permainannya jerat tikus, kl yg ini kasian yg jaga, krn kl yg jalan salah (nabrak kayu/bambu penghalang) maka yg jaganya akan tersiram air..
masih banyak lagi permainan yg kita jalanin seharin penuh disana, spt flying fox, menara telur, magic stick, trust, traffic jam, dan masih banyak yg lainnya.
READ MORE - team building with mms

Tuesday, 19 May 2009

menikmati menjadi bunda yg sesungguhnya



ups, tante cinderella begitu sapaan akrabnya, adalah adik kandungku, tantenya azka yang selama 1,5 tahun lalu telah berbesar hati untuk mencurahkan keikhlasannya merawat, menjagai dan mendidik azka di rumah selama aku pergi bekerja mencari sesuap berlian..

akhir februari lalu ia memutuskan untuk pensiun dr tugasnya selama ini, ingin menjalani kehidupan normalnya sebagai anak muda yg penuh dengan mimpi dan ambisi..
ups... kata itu yg terucap dlm hatiku, kaget, bingung bercampur aduk dlm loyang perasaanku.. disatu sisi, aku memang sangat harus merelakannya, karena ia juga harus punya waktu yg luang untuk mengejar mimpi2nya, dan karena tugas menjagai azka adalah sesungguhnya kewajibanku...
tapi di sisi lain.. , batinku juga berontak, bagaimana solusi yang tepat untuk masalah ini, aku belum rela jika azka harus diurus orang lain yg belum tentu menyayanginya, tapi aku juga belum punya waktu yang cukup untuk menjaganya karena keseharian senin sd jum'at aku harus menyelesaikan tugas tugasku di kantor dan menghabiskan waktuku disana, sudah enam tahun aku menjalani hidupku sebagai wanita karir (apa kurir ya..) dan aku belum siap untuk menjadi wanita rumahan, krn kalau hari hari libur panjang aja aku ga tahan, serasa bodoh tinggal di rumah tanpa kegiatan...
waktu terlalu singkat untuk berfikir mendapatkan solusi yang pas, karena awal maret ini tante cinderella sudah ingin kembali ke rumah bogor..

setelah berfikir keras, shalat, meminta petunjuk dan berunding dengan misua,
akhirnya.. dengan tetesan air mata, aku memutuskan untuk ... berhenti bekerja di kantor... hal yang tak mudah untuk dilakukan setelah setiap hari terbiasa dengan rutinitas di kantor, kini harus berhadapan dengan kegiatan baru di rumah. yah.. setiap keputusan berarti aku harus siap menanggung smua resiko yg kan terjadi, karena tugas mengurusi anak adalah tugas seorang ibu, bukan nanny atau siapapun.
aku sendiri yang harus menemaninya melewati masa masa keemasannya, mendidiknya dan merawatnya, dan smua ini aku bilang adalah sebuah pkerjaan mulia, mulailah aku mengerjakan sebuah proyek baru di rumah, yaitu proyek penciptaan einstein, sebuah proyek penting yg diamanatkan Allah kepadaku.. yang perlu banyak sekali pengorbanan dan keikhlasan..

beberapa hari memulai pekrjaan di rumah, ternyata cape, mengurus anak memang sangat berbeda dengan pekerjaan di kantor yg setiap harinya bisa terprediksi apa saja yg akan dikerjakan, tapi di rumah... semua tak terduga, aku harus melalui hal hal yg tak terduga, tak hanya diam di kursi di depan monitor komputer, tapi harus keliling keliling menjaga si raja kecil yg sedang tidak bisa diam diam nya, kesana kesini, mencoba hal hal baru yang ingin diketahuinya, dan aku harus selalu di sampingnya untuk mengarahkannya dan menghindarinya dari bahaya.. tak peduli aku sedang lelah atau cape, dia tetap beraksi setiap waktunya dan aku harus selalu siap untuk menjaganya..

yah..pantas saja Allah meninggikan derajat seorang ibu 4 kali diatas ayah, pantas saja surga itu di bawah telapak kaki ibu, ternyata menjadi ibu itu bukan pekerjaan yang mudah, tapi memerlukan segudang keikhlasan dan kesabaran yang luar biasa, tidak peduli kita lagi gak mud, lagi banyak masalah atau apapun, kita harus selalu siap untuk selalu menyayanginya dan mengasihinya. betul juga kata istrinya pongky jikustik, jadi perempuan itu bukan pekerjaan yang mudah, satu hari jam kerjanya 25 jam, apotik aja kalah.. hehehe..

awalnya, aku sangat stress, setiap hari rasanya ingin marah marah, ingin kembali ke masa masa bekerja bertemu degnan teman2 setiap hari, menikmati pekerjaan yg telah ditekuni skian lama, kini harus menghadapi sulitnya menjadi ibu sendirian, tanpa suami mendampingi karna ia harus tetap bekerja demi kehidupan kita.. awalnya sulit rasanya menerima kenyataan harus menjadi wanita rumahan yang ga gaul, kerjanya cuma di seputar rumah, muak rasanya ini ini lagi yang dihadapi dan itu itu lagi yg dilihat, belum lagi tingkah anakku yang super aktif, tidak bisa membiarkan celah waktuku kosong untuk sekedar menikmatinya. bahkan memegang komputerpun sulit karena ia selalu menarik kakiku agar aku tetap menemaninya bermain setiap kali aku berdiri di depan laptopku sekedar mengecek pesan di fesbuk.. ingin nangis rasanya, tapi mau mengadu ke siapa, aku takut orang lain mentertawakan karena ini adalah tugasku sebagai ibu, aku takut dicemooh karena begitu saja sudah mengeluh, aku juga takut Allah memurkai jika aku menunjukan nada nada keluhan, smuanya kusimpan sendiri saja seolah olah aku sangat menikmatinya...

waktu terus saja bergulir, aku tetap menjalani hari hariku dengan tabah dan optimis.
sekarang, sudah 2 bulan lebih aku bersamanya di rumah, baru mulai bisa menikmati pekerjaan baru ini, baru bisa merasakan betapa indahnya menjadi seorang bunda yg sesungguhnya, bukan bunda yang menitipkan tugas pengasuhannya pada orang lain..
ternyata indah.. bisa menikmati setiap senti perkembangan tubuhnya, meniggi, mengurus dan menggemuk,
ternyata indah bisa menikmati setiap bentuk perkembangan kecerdasannya baik motorik halus dan kasarnya...
ternyata indah, menikmati sendiri hasil pendidikan yang kita ajarkan dan melihat hasilnya.., melihatnya bisa mengucapkan kata kata yang kita ajarkan, melakukan expresi yang kita ajarkan, melakukan perbuatan yang kita ajarkan..
sangat indah melihatnya bisa mengerjakan sesuatu , hasil karya kita.. bukan sang nanny
ternyata indah.. merasa puas ketika kita cukup memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkannya untuk perkembangannya, entah apakah ia akan mendapatkannya dari nanny jika harus ku tinggal bekerja.
ternyata indah.. bermain bersamanya, mengetahuinya kini telah mengerti beberapa hal, mengerti rasa menyayangi ketika ia menciumku saat aku terlihat sedih sambil mengusap usap rambutku.. , melihatnya menarik tanganku dan menciumnya ketika aku terlihat marah sambil mengucap kata maaf walaupun belum terlafalkan dg jelas..
semua itu indah..
yah, menjadi seorang ibu adalah tugas mulia yang indah, ternyata aku tak kehilangan apapun dengan menjadi orang rumahan, aku tetap punya banyak teman dan bisa berkumunikasi dengan mereka setiap harinya walaupun hanya melalui media fesbuk yang ku akses melalui hp di tanganku jika anakku sedang terbangun atau via notebook jika ia sedang tertidur,
aku tetap bisa mendapatkan penghasilan dengan mengerjakan pekerjaan kantor yang bisa dikerjakan di rumah (ternyata benar, rizki itu sudah dijamin Allah, tidak akan hilang ketika kita kehilangan pekerjaan), jadi penghasilan dapat tapi anak tetap terjaga..
aku bisa lebih banyak belajar, karena masih banyak waktu yang bisa ku gunakan sambil menjagai anakku, seperti belajar memasak beragam makanan, dulu kan terbatas oleh waktu kl skr ga, belajar dr internet dg googling dll.
READ MORE - menikmati menjadi bunda yg sesungguhnya

berkunjung ke Masjid Kubah Emas



beberapa waktu lalu, tepatnya tgl 03 mei 2009, bareng ibu2 pengajian komplex, kami mengunjungi masjid "Dian Al Mahri" atau biasa dikenal dengan masjid kubah emas, di Depok jawa barat.

sayangnya perjalanan kesana macet terus, pergi macet pulannya macet, tapi lumayan seru juga di jl. juanda bisa cuci mata liat pasar pagir yg rame banget...
READ MORE - berkunjung ke Masjid Kubah Emas